twitter  
Profil  

Senin, 07 Januari 2019 | 12:25 wib
Mengenal Cosmo Lite Etnic Bersama Mens Fashion Style
Bila diperhatikan, banyak gelaran fashion show yang masih didominasi model perempuan. Keberadaan model pria seolah hanya menjadi pelengkap peragaan busana dan jarang tampil sebagai highlight. Padahal fashion pria juga berkembang dan layak diapresiasi. Dari keresahan itu pula, Arief Santoso, seorang model senior di Surabaya memberanikan diri membuat Mens Fashion Style yang merupakan movement dengan harapan memberikan porsi sama antara model perempuan dan pria. Kata Arief yang She temui dalam prescon MFS Jumat 4 Januari 2019 di Grand City Mall, para model pria ini apabila ingin berkembang, mereka harus move ke Jakarta terlebih dahulu berbeda dengan model perempuan yang walau hanya dalam kota namun mendapat sorotan lebih gemilang.

Untuk itu Arief memperkenalkan Mens Fashion Style yang akan digelar di Surabaya mulai 25-27 Januari 2019 berlokasi di Grand City Mall Surabaya sekaligus event pertama di Indonesia Timur. Dengan diadakan di Surabaya, bukan berarti hanya diikuti model asli Surabaya namun diikuti model pria dari seluruh Indonesia seperti Lombok, Bima, Banyuwangi, Jogja, Jakarta, Malang dan beberapa kota lain. Teman She bisa menyaksikan satu gelaran baru dalam industry fashion Surabaya yang akan berisi beragam konten seperti Surabaya Model Hunt, Male Model Hunt, Fashion Design Competition, Fashion Design Competition dan special show by guest designer Ai Syarif – Creative Director of Jakarta Fashion Week, Embran Nawawi – Founder Surabaya Fashion Parade dan Alben Ayub – Designer of Indonesian Fashion Chamber Surabaya.

Adapun tema event ini yaitu Cosmic atau Cosmo Lite Etnic. Cosmic sendiri merupakan gaya pria cosmopolitan yang cenderung stylish yang memililki gaya personal yang tinggi dan menyukai hal sederhana tetapi mempunyai nilai tinggi. Menjadi gelaran pertama dengan konsep yang baru pun, menyelipkan beberapa tantangan, semisal yang dikatakan oleh Kani Praya selaku Art Director. ''Kalau model perempuan, walau tinggi badannya tidak sama dengan standard model perempuan pada umumnya, sang model bisa disulap dengan menggunakan heels. Nah kalau model pria? Nggak mungkin dong dia pakai heels juga? Atau ketika akan dimake up, saya berusaha supaya agar sang model tetap enak dilihat dan tetap manly. DIsitulah tantangan bagaimana supaya gelaran ini terkemas epic dengan keseluruhan adalah model pria.'' (Naskah dan foto : Deedee Dinata / Editor : Windy Goestiana)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.