twitter  
Profil  

Selasa, 09 Juli 2019 | 15:46 wib
Mendukung Penurunan Angka Kematian Ibu, Masyarakat Diharapkan Lebih Meningkatkan Awareness


Dalam menjalani kehamilan tidak selalu berjalan dengan mulus, karena ada beberapa kendala kesehatan yang juga mengancam kesehatan ibu dan bayi. Dari data Kementerian Kesehatan, penyebab kematian ibu hamil paling besar ada pada gangguan hipertensi yaitu 33,07 %, pendarahan  27,03 % sedangkan penyebab lainnya dari komplikasi non obstetrik atau infeksi pada kehamilan. Sedangkan dari riset yang dilakukan, kematian ibu di Indonesia bagian barat banyak terjadi juga di rumah sakit. Hal ini disebabkan karena keterlambatan saat datang ke rumah sakit dan kondisinya sulit di atasi, bukan karena tempat layanan yang tidak siap.

Maka dari itu Dr. H.M. Subuh MPPM, staf ahli Menteri Kesehatan bidang ekonomi mengatakan, membangun sistem komunikasi dan pelayanan harus dari hulu, salah satunya ibu hamil untuk melakukan antenatal atau pemeriksaan kehamilan sebelum kelahiran baik di rumah sakit, puskesmas atau bidan, sehingga dapat mencegah keterlambatan seperti ganguan hipertensi dan pendarahan serta gejala lain. " Kalau giat melakukan pemeriksaan kehamilan, seperti cek hipertensi sejak dini itu bisa mencegah angka kematian. Bila ada ibu hamil atau bayi meninggal, itu sesuatu yang tidak ternilai harganya " kata Dr. Subuh dalam seminar Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Hotel Shangrila, Surabaya (9/7).

Sementara untuk Indonesia bagian timur, kematian ibu terjadi diluar fasilitas kesehatan. Maka itu dibutuhkan dukungan dari masyarakat untuk lebih aware dan mengingkatkan pentingnya edukasi seputar kehamilan dan kelahiran. Diharapkan angka kematian ibu ditahun 2024 bisa turun menjadi 183 per seratus ribu dari sebelumnya tahun 2015 dimana angka kematian ibu 315 per seratus ribu.

(Naskah dan foto : Yuna Yuliana, Editor : Deedee Dinata)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.