twitter  
Profil  

Senin, 22 Juli 2019 | 11:25 wib
VOA : Tuntutan Kesetaraan Gaji oleh Timnas Sepakbola Putri Amerika Serikat


Walaupun berhasil menjadi juara dalam turnamen Piala Dunia Wanita 2019 dan mendapat sambutan luar biasa di negeri sendiri, timnas putri AS itu menuntut federasi sepak bola negaranya agar memberi bayaran yang setara dengan anggota tim nasional putra yang kesuksesannya jauh di bawah tim putri. Para supporter pun membela timnas putri Amerika, untuk mendapatkan bayaran yang layak dan setara dengan timnas putra.

“Tim kesebelasan perempuan Amerika ini sudah selayaknya mendapat gaji yang jauh lebih besar daripada yang gaji diperoleh oleh tim pria, karena mereka lebih sukses daripada tim kesebelasan laki-laki,” kata Jasiz Kovak (23), seorang penggemar tim putri AS. Serupa dengan penggemar lain Cameron Kreidman (13) yang mengatakan kalau dalam cabang olahraga yang sama dan prestasi perempuan benar-benar bagus, mereka seharusnya memperoleh penghasilan yang sama dengan laki-laki.

Sekedar diketahui, gaji pokok setahun pemain sepak bola putri sekitar AS$30.000 atau sekitar Rp 417,6 juta, lebih rendah dari yang diterima rekan-rekan tim putra.  Sementara dari federasi sepak bola memberikan bonus AS$5,4 juta atau Rp 75,16 miliar setelah timnas putra itu kalah pada babak ke-16 Piala Dunia 2014. Namun, tim putri hanya mendapat AS$1,7 juta atau Rp 23,67 miliar ketika memenangi Piala Dunia 2015, sehingga para pemain tim nasional putri setuju untuk mengajukan tuntutan setelah turnamen berakhir.

Tim putri Amerika sudah mengalahkan empat tim Eropa lainnya di turnamen Piala Dunia Wanita 2019 yaitu Swedia, Spanyol, Prancis, Inggris dan tanggal 7 Juli 2019 di laga final mereka mengalahkan Belanda dengan skor 2-0.

Gol pembuka di laga final untuk tim AS dengan tendangan penalti pada menit ke-61. Selanjutnya Rose Lavelle menambahkan satu gol pada menit ke-69 untuk memastikan kemenangan mereka. Bintang tim Amerika, Megan Rapinoe pun menerima Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak dalam pertandingan. (ps/ka)

(VOA, editor : Yuna/Deedee)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.