twitter  
Profil  

Selasa, 15 Oktober 2019 | 13:58 wib
Cuci Tangan Pakai Sabun, Langkah Sederhana untuk Dampak Kesehatan yang Sangat Besar
 

Tangan merupakan bagian tubuh teraktif, mulai dari mengetik, menulis, membuka pintu, mengelap hidung, mengambil makanan hingga membasuh organ genital usai buang air besar ataupun kecil, sehingga tidak heran bila bagian tubuh yang satu ini paling banyak kumannya. Untuk mengenyahkan bakteri, patogen dan jamur yang ada di tangan cukup dengan mencuci tangan pakai sabun (CTPS).

"Cuci tangan pakai sabun merupakan langkah sederhana dan murah namun memberikan dampak kesehatan yang sangat besar, dimana bisa mengurangi angka kematian pada balita hingga 50 persen dan pneumonia atau infeksi pernapasan atas sampai 45 persen", kata dr Ariani Dewi Widodo, spesialis anak Universitas Indonesia.

Dimulai sejak tahun 2008, PBB menetapkan tanggal 15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS).  Tema HCTPS tahun ini adalah tangan bersih untuk semua, sehingga yang menjadi fokus yaitu semua memiliki kesempatan untuk melakukan cuci tangan, termasuk peserta didik di sekolah. Tujuan dari kampanye ini adalah penurunan angka kematian anak-anak akibat penyakit diare yang timbul karena kurangnya akses pada air bersih, sarana sanitasi dan sarana cuci tangan.

Menurut dr Ariani, secara umum minimal kita bisa lakukan CTPS sebelum dan sesudah makan pagi, siang, malam serta setelah dari toilet (kamar mandi). Namun juga bisa dilakukan dalam beberapa kegiatan lain seperti setelah memegang uang, bermain dengan binatang peliharaan, setelah menceboki anak dan ketika akan menyusui anak.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.