twitter  
Profil  

Selasa, 15 Oktober 2019 | 16:31 wib
Wujud Kecintaan Generasi Muda Pada Batik : “Buat Motif Sendiri”


Tingginya minat dan pemahaman generasi muda terhadap batik, membuat banyak dari mereka yang tidak hanya ambil peran sebagai konsumen, namun juga sudah mulai ikut serta dalam pelestarian warisan budaya bangsa ini salah satunya dengan membuat motif batik sendiri. Upaya pelestarian itu dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswi Petra jurusan desain fashion dan tekstil semester satu pada 2 Oktober lalu dengan membuat motif batik bertemakan Surabaya.



Namun ternyata tidak hanya sekali itu saja mereka membuktikan kecintaannya pada batik, melainkan di kesempatan sebelum momen hari batik mereka telah membuat motif-motif batik lainnya sesuai bimbingan Embran Nawawi selaku dosen.



Dari total 26 karya yang dibuat, 5 diantaranya diperkenalkan pada She.

Aurelia Anggita Setyo : Motif Kamboja



Terinspirasi dari bunga disekitar yang mempunyai banyak makna, salah satunya kamboja. Bunga ini bisa untuk pewangi ruangan, untuk mempercantik diri sekaligus memperkenalkan pada orang-orang bahwa kamboja juga memiliki banyak warna.  “Disini bener-bener mencerminkan diriku aja sih, kayak aku pingin hidupku kayak bunga kamboja”, kata Aurelia.

Theo Daniel Cornelius : Motif Turtle Blossom



“Waktu itu saya jalan-jalan kayak di kebun binatang, saya lihat di bagian akuarium ada pajangan kura-kura diberi hiasan kayak lekukan-lekukan  titik-titik di bagian atasnya dan saya terinspirasi pingin membuat batik model seperti itu”, kata Theo. Sekreatif mungkin motif batik dimunculkan Theo di tubuh kura-kura baik itu dari siripnya atau tempurungnya.

Maria Patricia : Motif Kelly’s Crane



Motif hasil karya Maria adalah gabungan dari salah satu shade warna hijau bernama Kelly, yang diwujudkan dalam bentuk bangau. Awalnya Maria terinspirasi dari satu motif Jepang (pemandangan) namun karena dirasa terlalu rumit, Maria mengadaptasinya ke motif khas Indonesia.

Safira Andriana Putri Abuda : Motif Pink Butterfly Floral



Ada beberapa filosofi yang terkandung dalam karyanya kali ini. Pertama, ketika kecil Safira suka melihat kupu-kupu, kedua dia memanjatkan doa lewat sosok kupu-kupu yang seakan bisa membawa doanya terbang ke Tuhan, ketiga adanya bunga dalam karyanya karena kupu-kupu suka hinggap di bunga serta keempat penggunaan motif batik parang yang diyakini menuju pada Tuhan.

Viona Cresentya Gunawan : Motif Circus Elephant



“Karena aku pengen kayak temanya asik, kepikiran sesuatu yang berhubungan dengan Thailand dan gajah kan salah satunya. Dalam sirkus pun juga ada gajah, lucu juga kalau dibuat batik”, kata Viona tentang inspirasi karyanya kali ini. Sedang warna pink yang dipilih, merupakan rekomendasi dari sang dosen.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.