twitter  
Profil  

Rabu, 20 November 2019 | 12:40 wib
Ngayogjazz 2019 "Satu Nusa Satu Jazznya"
 

Satu Nusa Satu Jazznya menjadi jargon dari Ngayogjazz, Yogyakarta Annual Jazz Festival di tahun 2019. Setelah tahun lalu berlokasi di Gilangharjo Bantul, tahun ini Ngayogjazz digelar di Kwagon, Sidorejo Godean Sleman 16 November 2019. 

Sesampainya “honn”, panggilan akrab pengunjung Ngayogjazz di lokasi, maka akan disambut satu gerbang masuk bertemakan bambu karena memang untuk tahun ini Ngayogjazz bekerja sama dengan teman-teman Festival Bambu Sleman, tidak hanya gerbang utama namun juga spot foto, dekorasi panggung hingga instalasi-instalasi yang tersebar di semua venue

 
 
 

Tujuh panggung tersebar di Kwagon mulai dari panggung Genteng, panggung Blandar, panggung Empyak, panggung Saka, panggung Umpak, panggung Usuk dan panggung Molo. Di tujuh panggung inilah, beragam penampil unjuk gigi mulai sore hingga malam hari, dimulai dengan pembukaan acara di panggung Genteng oleh Mahfud MD selaku Menkopolhukam. Dilanjut setelahnya, diisi oleh para musisi diantara lain ada Nonaria, Dewa Bujana ft Shoimah, Tompi, Didi Kempot, Kuaetnika, Nita Aartsen dan komunitas-komunitas jazz seluruh Indonesia. Satu yang spesial, dinanti dan mendapat perhatian banyak “honn” adalah panggung Umpak, dimana musisi senior Idang Rasjidi tampil dalam Edu Concert yang sedianya akan ditemani oleh Alm Djaduk Ferianto sang penggagas Ngayogjazz. 

 

Keaslian dan kenyaman sangat betul diperhatikan oleh Alm Djaduk Ferianto yang memiliki harapan untuk memasyarakatkan musik jazz dan men-jazz-kan masyarakat dalam Ngayogjazz kapan pun tahunnya termasuk kali ini. Atmosfer pedesaan, akses yang mudah, fasilitas yang memadai, tersedianya area-area fnb di banyak titik hingga di rumah-rumah warga, panggung-panggung yang berdiri diantara rumah warga, di lapangan atau di sawah dan guyubnya penonton dari berbagai latar belakang ada disini. 

 

 
 
 

Acara ini memang gratis teman She, namun ada Lumbung Buku dimana Ngayogjazz mengajak penontonnya untuk peduli dan berbagi dengan anak-anak desa yang menjadi venue tiap tahunnya. Caranya? Setiap dari penonton dihimbau membawa buku untuk anak-anak baik itu buku gambar, buku tulis dan buku cerita dengan tidak ada keharusan tentang kuantitasnya. 

 

Yang ingin foto-foto? Memang tidak lengkap datang ke sebuah acara dengan konsep berbeda kalau tidak diabadikan. Mulai dari gerbang hingga dalam area, ada banyak spot foto yang ada semisal seperti yang ada di area fnb panggung Empyak. Ada banyak sign board bertuliskan kata-kata lucu dan juga ada instalasi bambo yang sayang rasanya kalau tidak diabadikan. 

 
 
(Foto dan Naskah : Deedee Dinata)

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.