twitter  
Profil  

Rabu, 23 Januari 2019 | 06:15 wib
Tradisi dan Fashion Tahun Baru Imlek Bagi Generasi Masa Kini

Menyambut Tahun Baru Cina di jaman modern ini tentunya tradisi tetap dilaksanakan untuk melestarikan budaya masyarakat Tionghoa walaupun beberapa kultur telah disesuaikan termasuk penggunaan fashion. 

Masih teringat saat saya kecil berbagai tradisi dilakukan seperti wajib memakai pakaian baru yang berwarna merah hingga pantangan menggunakan gunting dan menyapu rumah ketika sedang merayakan Imlek. Tentunya kalau bagi anak – anak hal yang paling ditunggu – tunggu adalah mendapatkan amplop merah yaitu angpao sebagai berkat dari orangtua menyambut tahun baru. Perlu diketahui, menurut tradisi amplop merah (angpao) ketika Imlek hanya diberikan oleh para orangtua maupun pasangan yang telah menikah kepada anak – anak atau seorang yang sudah dewasa tapi belum menikah. Angpao ini diberikan setelah pihak yang lebih muda menyampaikan penghormatan dan mengucapkan Selamat Tahun Baru setelah itu menerima dengan kedua tangan. 

Khusus untuk edisi minggu ini, saya berbincang pendek dengan tiga narasumber yang memberikan opininya dan berbagi cerita tentang persiapan mereka untuk Tahun Baru Cina di Indonesia dan Australia. Menurut Queenie Wong perayaan Tahun Baru Cina adalah momen berkumpul kembali dengan keluarga besar dan teman – teman untuk bersilaturahmi. Queenie yang berprofesi sebagai Make Up Artist dan Beauty Influencer di Surabaya menambahkan bahwa pakaian untuk merayakan Imlek saat ini tidak wajib menggunakan warna merah secara totalitas, namun alangkah baiknya juga mengenakan merah sebagai ciri khas perayaan karena beberapa masyarakat Tionghoa masih mempercayai warna merah ini melambangkan semangat, keberanian, dan keberuntungan, terutama bagi yang masih mempercayai fengshui untuk hal – hal membawa kemujuran dan rezeki. Rencana padu padan pakaian diperayaan Imlek nanti, Queenie akan memilih warna biru dan merah serta beberapa warna lembut seperti pastel yang sedang tren, tapi yang terpenting baginya pakaian tersebut haruslah nyaman dan tetap modis karena akan beraktivitas satu hari penuh bersilaturahmi bersama keluarga. 

Queenie Wong


Demikian halnya dengan Marissa Salim salah seorang marketing manager di Surabaya menuturkan bahwa perayaan Tahun Baru Cina adalah masa untuk menghormati tradisi, budaya dan mengenang leluhur kita, juga merupakan momen reuni, mempererat ikatan kekeluargaan yang dituangkan dalam perkumpulan ‘makan –makan’ untuk keluarga besar. Bagi Marissa mengenakan pakaian bernuansa merah atau pink adalah suatu hal yang wajib karena melambangkan rasa memiliki untuk etnisitasnya dan juga Marissa mempercayai bila memakai warna merah membawa keberuntungan. Untuk perayaan Imlek yang jatuh pada 5 Februari nanti, Marissa berencana mengenakan gaun merah simple sebagai warna penting untuk musim perayaan Tahun Baru Cina ini.Yang paling utama baginya pakaian tersebut wajib nyaman dan tentunya ada fleksibiltas pada area perut.

Marissa Salim


Vanya Vanessa, warga negara Indonesia yang tinggal di Perth, Australia juga merayakan Tahun Baru Cina disana, walaupun jauh dari keluarga besar di Indonesia. Menurut Vanessa Imlek adalah perayaan tahun baru bagi komunitas Tionghoa dan keluarganya yang dapat diartikan new beginning (awal yang baru). Tahun Baru Cina membawa harapan baru untuk masyarakat seperti halnya tahun baru biasa, harapan untuk kebahagiaan, kesehatan yang baik dan kesejahteraan dimasa tahun yang akan datang. Menurut pendapat Vanessa ketika merayakan Imlek pakaian yang dikenakan tidak wajib hanya bernuansa merah, kita bisa memakai warna apa saja yang disukai, namun pilihan warna terang seperti merah masih mendominasi dan menjadi preferensi banyak orang karena membawa keberuntungan. Pada perayaan Imlek tahun ini, Vanessa akan mengenakan warna abu – abu dan emas sebagai pilihan busananya. Walau tinggal di Australia, Vanessa dan keluarganya tetap melakukan tradisi Tahun Baru Cina seperti makan mie bersama yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, lalu mengunjungi sanak saudara untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru. Amplop merah (angpao) juga diberikan Vanessa dan suaminya kepada anak – anak mereka setelah menyampaikan ucapan tahun baru. Aktifitas mereka dilengkapi dengan melihat atraksi tarian naga atau kita sebut juga barongsai di Chinatown dan makan malam bersama.

Vanya Vanessa 


Bagi saya sebenarnya Imlek merupakan kesempatan satu tahun sekali untuk berkumpul bersama keluarga besar dengan masih mengusung tradisi yang telah turun menurun karena pentingnya bagi kita generasi muda tetap mempertahankan budaya tersebut. Saya pun juga mengenalkan makna dan arti tradisi tersebut kepada anak – anak saya dan menyesuaikan dengan kondisi sekarang misalnya tidak membeli segala hal yang baru terutama pakaian karena menjaga lingkungan akan penumpukan pakaian masih layak pakai, sebab pertumbuhan anak yang cepat mempengaruhi pembelian pakaian lebih sering. 

Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia disektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.

Photo:
Dokumentasi pribadi Queenie Wong, Marissa Salim dan Vanya Vanessa
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.