twitter  
Profil  

Rabu, 10 April 2019 | 14:30 wib
Tampilan Kreatif Unisex Fashion Collection oleh Patrick SML

Pengalaman berharga diindustri diperlukan untuk para desainer fashion muda demi meningkatkan kompetensi dan kreatifitas. Ajang kompetisi biasanya digunakan untuk mendapatkan umpan balik dari para juri sebagai professional dalam industri fashion. Salah satu desainer muda yang berbakat di Surabaya, Patrick SML mendapatkan kesempatan menampilkan koleksi terbarunya diajang kompetisi fashion bertaraf internasional di Jakarta pada akhir Maret lalu, mendapatkan kesempatan besar networking di industri fashion dan meraih klien – klien potensial yang telah memesan hasil karyanya setelah fashion show.



Latar belakang konsep koleksi Spring Summer 2019 karya Patrick SML terinspirasikan dari ide pembebasan yang muncul dari youth fashion. Patrick yang adalah alumni mahasiswa Universitas Ciputra menggali inspirasinya berdasarkan penelitian dari jurnal Maria Alice V. Rocha, Lynne Hammond, David Hawkins tentang umur, gender, dan faktor kebangsaan dalam mengkonsumsi produk fashion. Menurut jurnal tersebut bahwa konsumen fashion terbanyak atau target audience di industri fashion adalah umur 20 hingga 39 tahun yang mengartikan generasi milennial mempengaruhi dan mengendalikan mayoritas aspek kehidupan sosial. Hal ini juga dibuktikan dengan data statistic dari website www.statista.com yang menjelaskan sebanyak 61% pengguna Instagram dengan jenjang umur 18 – 34 tahun.



Hal ini tidak mengherankan karena kini banyaknya brand fashion global menerapkan pengaruh generasi muda ke dalam koleksi mereka selama beberapa tahun terakhir. Misalnya kolaborasi Louis Vuitton dan Supreme yang sangat epik, juga ketika Virgil Abloh menjadi direktur kreatif pakaian pria luxury brand Louis Vuitton mampu mengguncang pasar terutama bagi kaum millennial. Dari latar belakang dan berbagai penelitian, Patrick mulai melihat potensi untuk mengkreasikan gaya fashion unisex yang berkaitan dengan tampilan mode kaum muda.

 

Koleksi ini merupakan perpaduan antara seni dengan gaya fashion unisex dan alasan utama Patrick menggunakan aliran gaya ini karena sangat menyukai jika semua orang dapat memakai setiap bagian dari koleksinya. Menurut Patrick hal tersebut adalah kepuasan dan kebahagiaan terbesar didapatkan sebagai seorang desainer yang berpola pikir seniman, karena mereka akan mendapatkan nilai dari koleksi tidak hanya kreatifitas karya sebuah pakaian tetapi sebagai karya seni. Karena seni adalah sesuatu yang tidak memiliki gender. Patrick selalu melihat mode sebagai seni, semua orang bisa pergi ke museum atau pergi ke pertunjukan seni, dan mereka dapat menikmati seni itu sendiri tanpa dibagi menjadi kelompok tertentu berdasarkan gender mereka. Patrick ingin menggunakan mode berupa karya seni kepada orang-orang, sehingga mereka akan lebih dihargai dengan identitas mereka sendiri. Bagi Patrick sebagian besar waktunya muncul dengan ide DIY (Do It Yourself), yang dimana adalah proses actual dalam pembuatan sesuatu yang berhubungan dengan seni.



Patrick mendapat inspirasi dari banyak hal disekitar dirinya terutama street wear. Salah satu alasan Patrick menyukai street wear karena memberi orang pilihan untuk bebas mengeksplorasi identitas mereka yang sebenarnya, mengekspresikan perasaan mereka, dan menunjukkan kepada orang lain jika selalu ada pilihan dalam mode dan gaya berpakaian. Tidak peduli siapa Anda, darimana Anda berasal, dan apa yang Anda yakini, kami adalah kesatuan dalam keanekaragaman, karena fashion adalah kebebasan. Patrick juga menerapkan sentuhan sporty dalam koleksinya yang dipadukan dengan baik dengan siluet longgar, fitur yang dapat disesuaikan, dan reversible. Karena ini adalah koleksi unisex, Patrick harus berhati-hati dengan pemilihan desain setiap tampilannya karena setiap koleksi ini dapat dipakai oleh pria dan wanita dan untuk padu padannya tergantung pada gaya individu mereka sendiri.



Tekstil yang digunakan untuk koleksi ini adalah 70 persen kain poliester, karena banyak menggunakan teknik digital print pada kain tekstil. Patrick belum menemukan textile printing yang menyediakan jasa printing dalam kuantitas kecil pada kain katun 100 persen untuk digital print textile. Sebagian besar motif print dibuat sendiri, misalnya Patrick membuat cetakan dari foto kolase potret pria dan wanita yang diambil secara acak dari majalah. Patrick juga menerapkan pesan tebal yang terkait dengan nama brand fashionnya 'ES EM EL' yang berarti Bangun, Rangkul, dan Tinggikan.



Untuk padu padan koleksi unisex ini memerlukan aksesories yang meningkatkan tampilan seperti contohnya sepatu yang dipakai saat fashion show karena warna dan bentuknya sesuai dengan gaya desain pada koleksi.

Patrick mengatakan berpartisipasi dalam kompetisi fashion bergengsi Asia New Gen Fashion Award (ANFA) merupakan pencapaian terbaik terjadi dalam hidupnya sejauh ini dan sangat berarti baginya. Menurut Patrick, dirinya mungkin bukan orang yang sama setelah kompetisi ini, suatu kehormatan untuk menjadi bagian dari kompetisi ini dan Patrick sangat menghargai setiap dukungan yang didapatkan, menyampaikan rasa terimakasih kepada semua orang yang terlibat. 



Tips Patrick untuk menggunakan motif print yang tabrak motif dan bergaya androgini:

Bagi saya lebih banyak selalu lebih, saya selalu ingin menjadi pusat perhatian karena ingin tampil beda, sebenarnya hanya tentang taste. Saya tidak takut menyatukan semuanya selama ada sesuatu untuk menetralisirnya. Pengalaman saya mengikuti kompetisi ini benar-benar membantu saya memutuskan item dan warna yang cocok dengan yang lain, dan saya tidak ragu untuk memasangkan hal-hal baru selama itu seimbang.


Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia disektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award diSpanyol.


Photo Profil: Dokumentasi pribadi Patrick SML
Photo Fashion Show oleh JT Dapper
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.