twitter  
Profil  

Rabu, 19 Juni 2019 | 14:06 wib
Kreatifitas Padu Padan Headscarf oleh Raihana Diani
 

Menggunakan penutup kepala atau kerudung merupakan hal yang wajib bagi wanita Muslimah untuk melengkapi penampilan kesehariannya. Berbagai pilihan dan tipe dari Hijab hingga Niqab, Burqa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya penggunaan kerudung di Saudi Arabia dan Indonesia pastinya berbeda.

Untuk edisi kali ini, seorang wanita yang inspiratif dan kreatif dalam berbusana muslim, Raihana Diani meluangkan waktunya untuk berbagi inspirasi fashion style maupun tips serta trik menggunakan headscarf sebagai penutup kepala. Banyak orang mengira Raihan adalah seorang desainer fashion atau pelaku industri fashion karena selalu tampil modis sesuai karakternya. Menurut Raihan, karakter fashion style dimilikinya adalah versatile, jika diartikan secara mudah yaitu multipurpose (serbaguna). Raihan menyukai gaya berpakaian yang praktis dan dapat memiliki fungsi bervariatif. Sebagai perempuan Aceh yang tertarik dengan berbagai kisah sejarah fashion dari beraneka ragam budaya, Raihan juga tumbuh dan besar bersama cerita heroism pahlawan perempuan Aceh seperti Cut Nyak Dhien dan Laksamana Malayahati. Hal ini yang membuat  Raihan terinspirasi menjadikan headscarf bagian dari fashion statementnya dan baginya headscarf bukan sebagai pengganti hijab. Dapat dikatakan perempuan Indonesia dimasa lalu menggunakan headscarf karena lebih praktis dan mudah digunakan dalam kondisi apapun, perlu diketahui juga banyak pejuang wanita yang dahulu berperang menjadi pahlawan nasional. 

 

Sebagai Ibu dari dua anak, tentunya Raihan juga mengalami proses menyusui dan mengasuh anak –anaknya maka pilihan penutup kepala yang efisien sangat diperlukan. Raihan menuturkan masih teringat pertama kali memakai headscarf ketika baru melahirkan anak karena digunakan tanpa pin (pentul) dan efektif menghemat waktu tetap fashionable. Bagi Raihan motif yang disukainya untuk headscarf berupa motif Aztec berasal dari seni dan budaya Suku Aztec, Maya berada di Meksiko, Amerika Tengah. Motif Aztec ini juga diminati para desainer fashion di Inggris dan Amerika seperti Tom Ford, Matthew Williamson, Vivienne Westwood dan fashion brand Temperley London menuangkan inspirasi motif ini kepada koleksi rancangan mereka. Selain itu Raihan juga memilih motif abstrak yang tidak terlalu feminin, sedangkan untuk material atau tekstil yang nyaman baginya adalah cotton voile untuk sehari – hari dan polyester silk digunakan saat acara di malam hari. Warna –warna cerah adalah favorit Raihan untuk headscarf dimana sangat sesuai dengan warna kulit sawo matangnya. 

 

Ekslusif untuk teman She, berikut langkah – langkah tutorial simple pemakaian daily headscarf dari Raihan:

Tutorial 1 
- Ikatkan pasmina atau scarf kebagian depan kepala. (pastikan tidak mengikat terlalu ketat- ikat senyaman mungkin) 
-Ambil bagian depan yg sudah diikat dan balikkan kebagian belakang. Masukkan ujungnya kebelakang. Rapikan bagian depannya. 

 

Tutorial 2 (Tulip style
- Letakkan pasmina segiempat atau segitiga di atas kepala.
- Silangkan dua sisi scarf beberapa kali, kemudian putar dan bentuk seperti bunga. Masukkan sisa ujung kebagian samping atau belakang bunga. 

 

Tips - Dos and Don’t: 

Kalau memakai headscarf, pastikan mengikatnya tidak terlalu ketat dan tidak menggunakan material yg berat, sehingga tetap nyaman dalam beraktivitas. Raihan juga menambahkan cara memadu – padankan headscarf dengan pakaian formal dapat memainkan warna dan material, jika untuk penggunaan pesta atau acara formal bisa beralih kevariasi kain silk atau chiffon dan dikombinasikan mengikuti warna pakaiannya. Hindari menggunakan motif terlalu ramai maupun warna yang bertabrakan agar tetap terkesan formal. Menurut Raihan, kita perlu bermain dengan warna dan motif karena warna cerah pasti membuat kita tampil fresh dan brighten your day. Pada akhirnya yang terpenting adalah apa yang membuat kita nyaman. Your body is your authority. 

Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia disektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.