twitter  
Profil  

Rabu, 24 Juli 2019 | 10:46 wib
Vintage dan Bohemian Wedding Dress untuk Wulan Wu


Bagi calon pengantin menemukan gaun pernikahan yang tepat akan sama seperti menemukan jodoh dalam hidup. Banyaknya acara reality show ditelevisi pun mendukung proses pencarian “the it wedding dress” karena gaun yang tepat akan layaknya seperti soul – mate mampu mengangkat aura keanggunan dan kecantikan pemakainya.

Pada edisi ke 8 sebelumnya, Fashion Notes sempat membahas perjalanan Wulan Wu menelusuri kota Bandung. Untuk edisi kali ini, saya yang sangat terpukau dengan uniknya karakter gaun pernikahan Wulan ingin berbagi untuk teman She dengan wawancara ekslusif bersama Wulan Wu fashion enthusiast di Surabaya dan Amelia Kartikasari perancang gaun Wulandari Tinara Brides.

Bagaimana Wulan mendapatkan ide dan konsep untuk gaun pernikahan impian?
Untuk konsep saya hanya bilang ke Amel, kalau tema pernikahan nanti bakal outdoor wedding. Saya juga menyampaikan bahwa menyukai gaya bohemian, something vintage, dan ingin wedding dress yang nyaman,
yang enak untuk bergerak karena di hari pernikahan saya ingin relax, ngga mau tersiksa hanya karena gaun.  

Apakah wedding dress ini digunakan untuk resepsi atau gereja? Bagaimana perasaan Wulan saat memakai gaun – gaun ini?
Dari Tinara membuat 2 wedding dress, satu untuk acara pagi yang lebih sakral, sedangkan untuk malam konsep gaunnya lebih santai, aku happy banget karena Amel mengembangkan desain wedding dressnya diluar ekspektasinya.

Morning wedding dress



Evening wedding dress




Mengapa Wulan memilih hiasan kepala dan veil yang berbeda dengan pada umumnya?
Untuk veil, sebenarnya kita berdua berunding yaitu saya dengan Amel. Kita saling bertukar pikiran, Amel memberikan beberapa ide, contoh foto referensi, sambil aku juga mencari yang aku suka, lalu dikombinasikan, dikembangkan lagi oleh Amel sesuai gayaku dengan tetap adanya ciri khas dari Tinara sendiri. Untuk hiasan kepala dari Ayyara juga sama, kita saling tukar pikiran, tentunya juga saya sampaikan apa yang disukai, konsep wedding nantinya akan seperti apa, kemudian dikombinasikan dengan ciri khas dari brand headpiece tersebut. Intinya untuk calon pengantin demi menemukan suatu yang diinginkan wajib menjalin komunikasi yang baik dengan para desainer.

 


Apakah perlu tema wedding disesuaikan dengan wedding dress? Mengapa demikian?
Menurut saya perlu, supaya terlihat menjadi satu kesatuan yang cocok dan serasi dengan acaranya. Seperti saat acara pernikahan saya kemarin bertema outdoor wedding, kurang cocokkan ya kalau saya memakai ballgown dan stiletto.

Tips dari Wulan Wu untuk pembaca She Radio dalam menemukan the wedding dress yang tepat.
Saya sarankan pilih gaun yang kalian nyaman aja, ngga perlu berusaha keras tampil perfect dihari pernikahan, karena dengan tampil nyaman, wajah kita dengan sendirinya akan terpancar aura kebahagiaan, menikmati hari itu, kita bisa cherish every moment dihari besar tersebut. Juga karena tidak ada acara yang sempurna, jangan lupa kalian berdoa ya dengan pasangan dan keluarga, supaya hari H nya lancar, semua sehat, itu sih yg terpenting.



Setelah Wulan banyak menyampaikan proses pencarian gaunnya hingga memberikan tips penting yang bermanfaat untuk teman She, Amelia Kartikasari berbagi cerita dari sisi perancang tentang proses desain dan produksi gaun tersebut.

Hal – hal apa saja yang mendukung proses ide dan konsep wedding dress dari Wulan Wu sehingga dapat dituangkan dalam desain?

Hal – hal yang mendukung ide awal pembuatan desain tentu saja ada konsep secara general dari tema pernikahannya yaitu bohemian dan yang terpenting adalah karakter individu Wulan. Jadi pada akhirnya wedding dressnya harus yang “Wulan banget”.



Bagaimana proses pemilihan bahan dan material yang digunakan untuk wedding dress Wulan? Apa saja jenis kain/ tekstil dan material yang digunakan?

Pemilihan bahan yang digunakan mencari sesuatu yang pastinya punya vintage feel untuk morning dress dan suatu yang klasik tapi masih ada modern twist. Akhirnya pilihan saya jatuh pada french corded lace dikombinasikan dengan sugar coat tulle. Untuk gaun malam Wulan ingin sesuatu yang lebih light jadi saya pilihkan glittery tulle untuk lapisan dalam dan gathered pleated tulle untuk bagian luar untuk memberikan
efek ringan dan flowy.



Apakah memiliki kendala saat mengerjakan wedding dress ini? Karena tidak seperti gaun pernikahan pada
umumnya, sebab memiliki vintage style dengan siluet yang juga berbeda.


Buat Amel kendala lebih pada teknis pekerjaan pola, supaya bisa betul – betul mewujudkan siluet yang Wulan suka dan sesuai tema, karena memang siluet seperti ini kita belum pernah membuatnya jadi diperlukan riset.

Pendapat dari Amelia saat wedding dress Wulan dipakai sewaktu acara pernikahan berlangsung?

Absolutely gorgeous. Unique and one of a kind wedding dress, but still timeless.



(Dokumentasi milik pribadi Wulan Wu)


Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia disektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.