twitter  
Profil  

Rabu, 13 November 2019 | 15:53 wib
Danjyo Hiyoji Pelopor Streetwear Fashion di Indonesia
 

Tak dipungkiri gaya streetwear dan activewear menjadi acuan berpakaian di masa kini mampu bertahan lama di industri fashion lokal maupun global. Melatar belakangi dari tahun 90an dimana streetwear pertama kalinya muncul sebagai pengaruh dari pergerakan budaya yang terdapat pada fashion, musik, film maupun seni. Streetwear yang sekarang sudah melebar ke ranah luxury fashion dikreasikan oleh berbagai brand fashion luxury dunia dari sneakers, hoodie hingga T – Shirt. 

Pada Fashion Notes kali ini, saya mengangkat Danjyo Hiyoji brand fashion streetwear di Indonesia yang banyak menginspirasi generasi muda, selalu berinovasi dan mampu bertahan di industri fashion. Danjyo Hiyoji yang didirikan oleh Dana Maulana bersama Liza Masitha sejak tahun 2009 telah memperoleh berbagai penghargaan Instyle Indonesia Magazine Award 2012, Label of The Year oleh Elle Indonesia Magazine di tahun 2010 dan The Most Innovative Local Brand oleh Cleo Indonesia Fashion Award di tahun 2009. 

 

 

Danjyo Hiyoji juga sangat aktif dan konsisten menampilkan koleksi – koleksinya di berbagai fashion week seperti Jakarta Fashion Week, Plaza Indonesia Men Fashion Week, lalu mendapatkan kesempatan baik untuk menampilkan karya mereka di Amazon Fashion Week Tokyo pada Maret 2019 mempresentasikan koleksi Autumn Winter 2019. 

 

 

Boleh diceritakan latar belakang berdirinya Danjyo Hiyoji?

Latar belakang sebenarnya saat kita masih kuliah, ketika itu kami berdua memiliki ketertarikan yang sama di fashion walaupun dengan background berbeda Dana Maulana dari teknik dan Liza Masitha yang dari komunikasi, tapi saat itu kita melihat peluang untuk membuat bisnis yang bisa disukai dalam komunitas sekitar kita, itu adalah alasan utama berdirinya kita. 

 

Tentang aliran maupun gaya fashion yang diusung oleh Danjyo Hiyoji

Sebenarnya untuk aliran itu sesuai dengan nama kita, Danjyo berasal dari Bahasa jepang itu artinya ‘Unisex’ dan apa yang kita kreasikan adalah produk - produk yang fleksibel dipakai untuk pria dan wanita. 

 

Bagaimana kiat Danjyo Hiyoji mampu memikat perhatian dan ketertarikan generasi muda (generasi millennial dan z) untuk brand Danjyo Hiyoji?

Danjyo Hiyoji selalu memelihara DNA yang sudah kita tanam dari awal kita mulai yaitu ‘Youth Spirit’. 

Kontribusi Danjyo Hiyoji cukup banyak untuk industri fashion Indonesia, boleh diceritakan hal apa saja? 

Kita adalah produk lokal Made In Indonesia, walaupun kami tidak sering mengolah traditional fabric (Batik, Tenun, dll), tapi SDM kita dan aspek - aspek yang kami pakai dalam koleksi Danjyo Hiyoji pastinya ditanamkan dan diberikan hal – hal yang berunsur Indonesia. 

 

Apa saja proyek Danjyo Hiyoji selanjutnya?

Setelah beberapa show di bulan - bulan belakangan ini, kami bertujuan untuk memperluas distribusi kami di beberapa tempat dan memperluas segmen agar dapat mengambil market audience yang lebih besar. 


Pengaturan internal oleh para pendiri Dana Maulana dan Liza Masitha sangat cermat dan efisien, mereka mampu untuk saling mengisi dengan baik menghasilkan strategi yang optimal dalam mempromosikan brand Danjyo Hiyoji dan menampilkan karya mereka yang berkualitas. Menurut Dana strategi brand Danjyo Hiyoji sehingga berkompetensi membawa nama Indonesia di industri fashion global/ internasional adalah konsitensi dan fleksibilitas, sedangkan bagi Liza Masitha hal – hal yang membuat koleksi Danjyo Hiyoji menjadi lebih memiliki daya jual adalah kami melihat dari berbagai sisi yaitu desain dan material yang digunakan maupun hasil kualitas produk kita, dimana kami selalu mengeksplorasi segi desain, desain motif, potongan pola, treatment maupun material yang dipilih (tekstil dan lainnya). Dalam setiap koleksi kita selalu menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan DNA Danjyo Hiyoji yang playful yet bold.



Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol. 

Dokumentasi Foto milik Danjyo Hiyoji

Thumbnail Image:

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.