twitter  
Profil  

Senin, 02 September 2019 | 12:27 wib
Meningkatkan Angka Keberhasilan Kehamilan dengan Teknologi PGT-A
 

Saat ini program bayi tabung semakin canggih, seperti adanya teknologi PGT-A atau Preimplantation Benetic Testing for Aneuploidy, tindakan pemeriksaan kromoson pada embrio dengan teknologi Next Generation Sequencing. “Teknologi ini sudah banyak dilakukan diluar negeri namun saat ini teknologi PGT-A sudah hadir di Surabaya jadi masyarakat tidak perlu keluar negeri untuk melakukan program bayi tabung”, kata dr. Amang Surya P, SpOG dari Morula IVF Surabaya.

Teknologi ini terbukti memberikan dampak positif pada program bayi tabung, karena PGT-A akan memilih embrio yang baik sebelum ditanam dalam rahim. Meski tidak menjamin 100% kualitas embrio itu baik, tapi tim dokter mengatakan akurasi bisa mencapai 95%. PGT-A tidak hanya membantu wanita yang memiliki masalah dengan usia, tapi juga membantu mereka yang memiliki masalah genetic seperti resiko keguguran yang tinggi. 

Tujuan teknologi PGT-A ini untuk meningkatkan angka keberhasilan kehamilan dengan presentase 95 sampai 98 persen. Dr Amang mengatakan siapa saja yang mempunyai pasangan bisa melakukan program bayi tabung, tapi harus dibuktikan dengan buku nikah.

Sementara itu Dr Benediktus A, MPH, SpOG (K) mengatakan kalau tim dokter tidak bisa menentukan nantinya embrio ini ketika lahir akan jadi apa, mempunyai kelebihan apa serta tidak bisa menentukan kondisi fisik bayi itu nanti seperti apa. Tim dokter juga tidak bisa menentukan jenis kelamin bayi, karena di Indonesia ada aturan bahwa dokter tidak boleh menuruti kemauan orantua menentukan jenis kelamin. Diluar negeri ketika misalnya ingin punya anak yang memiliki mata biru bisa dilakukan, karena jual beli sperma diperbolehkan, sedangkan di Indonesia ada aturan tidak diperbolehkan beli sperma.

Teknologi PGT-A sendiri dikenalkan Klinik Morula IVF Surabaya di Surabaya National Hospital Minggu (1/9).

(Nungki/Deedee)  
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.