twitter  
Profil  

Sabtu, 14 Desember 2019 | 12:29 wib
Cegah Bunuh Diri Sekarang
 

Kenapa orang bunuh diri? Menurut dr Nalini Muhdi, Sp KJ (K) orang bunuh diri adalah orang dengan kondisi yang sedang underpressure namun sebenarnya mati bukan tujuan utama melainkan ingin menghentikan penderitaan. Diawali dengan putus asa serta merasakan nyeri fisik dan psikis. Bunuh diri bisa terpikirkan oleh siapa saja, kalangan apa saja serta usia berapapun (walau pada umumnya menyerang usia 19-35 tahun) karena menurut sebuah penelitian laki-laki terlebih pada usia lansia rentan bunuh diri. 

Berbicara tentang bunuh diri, keinginan itu bisa semakin tebal dengan motif meniru atau copycat. Motif ini sempat terjadi di beberapa tahun lalu karena pemberitaan media, namun menurut dr Nalini motif ini telah mereda berkat bantuan media juga. 

Bunuh diri bukanlah sesuatu yang bisa diacuhkan begitu saja karena hal ini dikhawatirkan akan bertambah parah ibarat fenoneman gunung es. Saran dari dr Nalini yang She temui dalam acara Prevent Suicide Now 8 Desember 2019, untuk pencegahan pada umumnya yaitu stop mengkritisi keadaan orang yang berpotensi bunuh diri, bantu orang berpotensi bunuh diri untuk berobat  ke rumah sakit, tiap lembaga pendidikan harus makin sensitif (jadi pendengar yang baik tanpa menghakimi) serta peka dengan perkataan orang-orang yang beresiko bunuh diri. 

 

Sedangkan untuk healing atau proses untuk sembuh dari pikiran bunuh diri adalah dengan membaca buku (healing with book), ibadah, telpon orang terdekat, animal therapy, mensugesti dan menguatkan diri untuk kuat dan terus bernafas serta mengeluhlah asal dengan saat, cara dan orang yang tepat. 

Connected with other people bisa menggagalkan 80% keinginan bunuh diri” – sebuah studi di Amerika. 


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.