twitter  
Profil  

Rabu, 17 Juni 2020 | 10:38 wib
Naiknya Penggunaan Video Call = Naiknya Permintaan Operasi Plastik
 

Menurut Gerard Lambe, seorang ahli bedah kosmetik yang berpengaruh sekaligus juru bicara dari badan industri British Association of Aesthetic Plastic Surgeons (BAAPS), peningkatan penggunaan platform sosial seperti Zoom telah membuat sejumlah orang lebih sadar dan tampaknya tidak puas dengan, penampilan mereka, sehingga meningkatkan minat untuk melakukan bedah kosmetik maupun operasi plastik. 

Selanjutnya, di Reflect Clinic di Manchester, dia melihat permintaan untuk operasi kosmetik secara virtual (konsultasi yang menyimulasikan operasi plastik 3D) tiga kali lipat selama pandemi virus korona. 

Dokter kosmetik Tijion Esho, yang menjalankan klinik dengan spesialis prosedur non-invasive di London dan Newcastle, mengatakan bahwa platform apa pun yang membuat kita lebih sadar secara visual selalu memiliki efek pada dorongan untuk melakukan operasi wajah. Ini juga terkait dengan teori 'Snapchat dysmorphia' yang dia ciptakan, bahwa kita dipicu oleh tuntutan bagaimana penampilan kita di media sosial, lalu berusaha untuk mengubah penampilan asli di kehidupan nyata. 

Semakin lama, ketika sedang berkonsultasi dengan dokter (tentu saja melalui panggilan Zoom), para klien menyebutkan bahwa aspek kecemasan baru yang mereka alami adalah bagaimana rupa penampilannya, dan dokter mencatat bahwa fitur wajah cenderung memperlihatkan bagian yang paling dekat dengan kamera seperti hidung. 

Apakah “operasi realitas virtual” termasuk menarik untuk dikonsultasikan atau tidak, sangat penting untuk menyakinkan bahwa seseorang tidak sendirian dalam merasa memiliki penampilan yang tidak memuaskan, dan seperti biasa semuanya itu tergantung pada perspektif dan hanya dapat dilihat melalui perspektif platfrom lain.

Bazaar UK

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.