twitter  
Profil  

Kamis, 02 Januari 2020 | 11:02 wib
Kenaikan Beberapa Harga Barang dan Tarif di 2020
 

Kencangkan ikat pinggang karena awal tahun ini kita disambut dengan kenaikan beberapa harga barang konsumsi sampai tarif transportasi. Pertama sekaligus yang paling kencang dan banyak dikeluhkan publik sejak penghujung 2019 adalah kenaikan harga rokok yaitu sebesar 35 persen. 

Kedua, pemerintah juga memutuskan untuk menaikkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Kenaikkan iuran yang mencapai dua kali lipat itu terjadi hampir di seluruh segmen kepesertaan di luar penerima bantuan iuran dari pemerintah (PBI) dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2019. 

Ketiga, tarif jasa transportasi yang juga diperkirakan mengalami kenaikan. Harga tiket angkutan penyeberangan, misalnya, akan naik sekitar 10 persen di 20 lintasan penyebrangan. 

Keempat, ongkos logistik diperkirakan akan meningkat menyusul adanya kenaikan tarif pada sejumlah ruas tol di tahun ini. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan kenaikan tarif tol didasarkan pada perjanjian pengusahaan jalan tol serta pertimbangan laju inflasi. Salah satu ruas tol yang akan mengalami kenaikan tarif di awal tahun ini adalah Cikopo-Palimanan bagi kendaraan golongan I dan II. Penyesuaian harga itu akan mulai berlaku pada 3 Januari 2020 pukul 00.00 WIB.

Kelima, harga-harga barang konsumsi juga diperkirakan akan makin mahal setelah pemerintah menurunkan ambang batas (treshold) atau deminimus barang kena pajak serta bea masuk pada platform belanja elektronik atau e-commerce. Batasan harga minimum barang kena pajak dan cukai yang awalnya 75 dolar AS kini dipangkas menjadi 3 dolar AS. Dengan demikian, barang senilai sekitar Rp 45.000 seperti sandal, tas, kerajinan dan lain-lain akan mengalami kenaikan harga. 

(Google / Tirto.ID) 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.