twitter  
Profil  

Jumat, 06 Maret 2020 | 13:55 wib
Tantangan dan Solusi untuk Pengusaha Kuliner di Indonesia
 

Menurut Chef Arnold Poernomo selaku CEO Digitarasa, ada beberapa tantangan yang dihadapi pengusaha F&B di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah terjebak dalam model bisnis konvensional dan sulit menemukan target market yang sesuai, terbatasnya pengetahuan dalam mengembangkan operasional bisnisnya dan sulit menemukan partner yang tepat untuk berkembang serta menjangkau lebih banyak konsumen. 

Dan salah satu solusi untuk beberapa permasalahan yang dihadapi pengusaha F&B pada umumnya itu adalah dengan mengikuti program akselerasi dimana pengusaha kuliner bisa mendapatkan akses pada pengembangan bisnis secara komprehensif dari mentor- mentor kelas dunia hingga akses ke permodalan.  

“Indonesia memiliki keragaman dan kekaayaan budaya dengan citarasa yang berlimpah, karena itu potensi citarasa kuliner Indonesia untuk bersaing dengan kuliner asing sangat besar. Dengan bimbingan dan pembinaan program akselerasi, kami percaya akan banyak bisnis F&B lokal berkualitas yang dapat berkembang dan bersaing secara nasional dan internasional, “ kata Chef Arnold. 

Sementara menurut Brata Santoso VP of GoFood Strategy New Revenue Gojek yang She temui dalam launching Digitarasa Selasa 3 Maret 2020, Data Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Badan Pusat Statistik menunjukkan kontribusi sektor kuliner terhadap unit usaha ekonomi kreatif telah mencapai 41,69 %, tertinggi diantara 15 subsektor lainnya. Surabaya merupakan salah satu kota yang memiliki potensi tinggi di bidang industri kuliner. 

 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.