twitter  
Profil  

Senin, 13 April 2020 | 10:42 wib
VOA : Siasat Kuliah Online Dalam Jaringan Dua Benua
 

Ketika universitas di seluruh Amerika ditutup, banyak mahasiswa internasional memutuskan untuk pulang ke tanah air mereka. Tetapi selain menyesuaikan dengan pembelajaran online, mereka juga harus menyesuaikan diri dengan jadwal yang baru.

Seperti, mahasiswa Yihyun Kwon yang sekarang tinggal di Asia tetapi harus masuk kelas sesuai waktu AS. 

“Jadi kelas pertama saya besok, ini merupakan kuliah tiga jam yang dimulai pukul 00:30 dini hari dan akan berlangsung sampai pukul 03:30 dini hari," kata Yihyun Kwon, seorang mahasiswa di George Mason University.

Penghentian secara mendadak dari semester mereka di AS dan kepulangan mereka ke tanah air telah membuat para mahasiswa ini kesulitan untuk bisa terus mengikuti kuliah mereka.

“Saya berusaha menguasai perbedaan waktu ini sedikit demi sedikit, tetapi meskipun ini perbedaan waktu selama 13 jam, saya tidak pasti apakah saya harus catat itu sebagai waktu Amerika, dan kemudian di pojok komentar saya tambahkan, ‘Oh, tugas ini sebenarnya harus saya serahkan hari ini,’ saya masih belum nyaman dengan perbedaan waktu seperti itu," kata Yihyun Kwon.

Berjuang di dalam dua zona waktu itu pada sebuah jadwal 24 jam tunggal dan juga mempertahankan kesehatan merupakan usaha yang sulit.

Jadi, lanjutnya, ia harus luangkan waktu untuk itu, tetapi tidak boleh terlalu lelah sebelum ia mulai bergadang sepanjang malam. "Jadi ini butuh banyak sekali penyesuaian," ungkapnya.

Sampai pandemik COVID-19 berakhir, para mahasiwa ini masih harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan dalam pendidikan mereka, sesuatu yang sama sekali tidak mereka perkirakan harus mereka hadapi. [jm/ii]

(Yuna)

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.