twitter  
Profil  

Jumat, 05 Juni 2020 | 14:39 wib
Siswi Kelas 4 SD Ini Mengolah Lidah Buaya Menjadi Sabun, Hand Sanitizer Hingga Permen
 

Surabaya memiliki Penganugerahan Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup, dan Sarlita Zahra siswi kelas 4 SDN Pakis III merupakan salah satu pesertanya. Lidah buaya menjadi fokus Sarlita dalam berinovasi sehingga dia berhasil membuat tidak hanya satu melainkan beberapa temuan dari lidah buaya. 

Sabun, menjadi inovasi pertama yang Sarlita buat dari lidah buaya. Hasil dari pencariannya di Google yang menyatakan kalau lidah buaya bisa dibuat bermacam olahan tidak hanya makanan minuman, membuatnya terpacu untuk memanfaatkan lidah buaya yang ada di lingkungan disekitarnya. Untuk sabun sendiri, proses yang Sarlita lakukan yaitu pertama mengupas kulit lidah buaya, lalu di blender. Keesokan harinya hasil proses pertama dicairkan dengan direbus lalu di blender lagi dengan daging lidah buaya, kemudian di beri wewangian, dikeringkan selama 18 jam dan dikemas. 

Selain sabun, Salovera menghasilkan olahan lidah buaya lainnya seperti permen, jus, hand sanitizer, pestisida, sirup, masker kecantikan, nata de coco, stik dan bubuk cair. Target selanjutnya Sarlita ingin membuat shampoo kutu untuk kucing. 

 

Untuk membuat banyak inovasi dari lidah buaya ini, Sarlita dibantu ayah bundanya serta mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya seperti para guru pembina dan teman-temannya di SDN Pakis III yang ikut membeli Salovera yang kini pun sudah bisa didapatkan di sebuah platform e-commerce

 

“Lidah buaya banyak manfaatnya, gampang ditanam, jadi nggak perlu susah-susah buat nyari”, kata Sarlita. 

Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020 Surabaya dilaksanakan pada 2 – 15 Juni 2020. 

Goodluck Sarlita Zahra! 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.