twitter  
Profil  

Selasa, 18 Agustus 2020 | 10:49 wib
Terpilih Menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB, Indonesia Ingin Fokus Pada Perdamaian Wanita
 

Setelah masa jabatan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) Indonesia periode 2019-2020 hampir habis, Indonesia justru telah dipilih untuk menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB. Melalui pesannya, Retno Marsudi - Menteri Luar Negeri RI mengatakan bahwa dalam masa jabatannya ini, Indonesia akan mengusung tema Advancing Sustainable Peace atau dalam arti kata lain berkeinginan untuk memajukan perdamaian yang berkelanjutan. 

Jabatan ini pun terasa lebih menantang, karena Indonesia harus mengemban tugas yang berat di tengah kondisi pandemi COVID-19.  Setidaknya ada tiga tugas utama Indonesia dalam mengemban posisi barunya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, yaitu membahas isu penanggulangan terorisme dan kejahatan lintas batas, menjaga perdamaian di tengah pandemi, dan memberikan perhatian khusus pada kejahatan siber.

Namun selain itu, Indonesia juga memiliki target lain yang harus dikejar perihal isu persekusi, rehabilitasi, dan reintegrasi pada langkah-langkah penanggulangan terorisme, termasuk perdamaian perempuan.

"Terkait dengan women peace diverse (perdamaian perempuan), Indonesia ingin mendorong peningkatan jumlah women peace diverse, serta mendorong implementasi integrasi perspektif gender dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB," kata Retno.  
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.