twitter  
Profil  

Selasa, 08 September 2020 | 11:10 wib
VOA : Sekolah di AS Berjuang Hadapi Kesenjangan Digital Saat Tahun Ajaran Baru
 

Tahun ajaran baru di Amerika kali ini, masih banyak sekolah yang terpaksa ditutup sebagai dampak daripandemi virus corona. Akibatnya pembelajaran harus dilakukan dengan jarak jauh secara online. Pemerhati sekolah di distrik Oakland menaksir sekitar setengah dari sekitar 50 ribu siswanya tidak memiliki akses yang mereka butuhkan untuk pembelajaran jarak jauh, sebuah krisis yang terjadi di seluruh negara.

Berbagai kelompok nirlaba telah bergabung dengan sekolah-sekolah di Oakland untuk menjembatani kesenjangan digital yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. Koalisi organisasi-organisasi nirlaba ini menggalang dana untuk membeli peralatan, seperti laptop, jasa layanan internet, dan dukungan teknik bagi setiap siswa yang membutuhkan.

Salah satunya adalah Phil Williams, yang anak-anaknya adalah alumni STM ini, dan dia kini membantu siswa-siswa untuk menyambungkan laptop mereka ke internet. 

“Menurut saya jaringan internet itu sama pentingnya seperti kebutuhan kita akan di zaman sekarang. Pandemi ini telah memaksa kami untuk mempertimbangkan kembali bagaimana melaksanakan pekerjaan kita secara benar,” kata Phil Williams.

Sementara Peter Limata, seorang guru yang mengajar di kelas dua, khawatir cara pengajaran yang baru ini akan menghilangkan keakrabannya dengan para muridnya. Akhirnya Peter Limata meluncurkan “Storytime with Mr.Limata” lewat jaringan sosial facebook live, dan berharap lewat platform ini dapat berhubungan dengan lebih banyak murid yang punya ponsel. Tapi saat tahun ajaran baru dimulai, Limata khawatir beberapa siswa akan hadir di kelas virtualnya masih terhambat ketika mengupayakan konektivitas ke internet.

“Itulah kesenjangan antara sekolah fisik dan sekolah virtual. Atau kualitas sekolah yang Anda hadiri, karena kadang-kadang siswa yang masuk kelas virtual kemungkinan tidak bisa ikut berdialog, karena setiap kali mereka menghidupkan video mereka, atau berusaha bicara, terjadi kesulitan karena sambungan internetnya tidak cukup kuat,” kata Peter.

Direktur Center on Reinventing Public Education, Robin Lake, saat edang memantau dampak perubahan mendadak ke pembelajaran online mengatakan sulit dipercaya bahwa di Amerika Serikat sekitar satu dari lima anak harus berjuang untuk mendapatkan akses internet. Bagaimana kalau kita berada di musim semi nanti? Anak-anak akhirnya terpaksa mengerjakan PR mereka di parkiran perpustakaan atau lewal ponsel mereka.

"Kami tahu dari survey terhadap para guru. Mereka sangat prihatin dengan siswa-siswa mereka dengan kerugian belajar yang di derita para murid mereka,” lanjutnya.

Jadi tahun ini dimana sekolah-sekolah harus berbagi teknologi baru, ada urgensi untuk bisa menutup kesenjangan digital. [ew/jm]

(Yuna)

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.