twitter  
Profil  

Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:36 wib
Ketika Konsep Kecantikan Bukan Segalanya Diwujudkan Menjadi Film
 

Perempuan dan kecantikan telah menjadi stigma yang selalu ada di sekitar kita. Anggapan yang berkembang adalah penampilan sempurna perempuan bisa memberikan kemudahan dalam segala hal, padahal pada realitanya itu adalah sebuah kekeliruan. Seorang perempuan juga harus memiliki karakter yang kuat untuk menunjukkan semua aspek yang dimilikinya, tidak hanya cantik penampilan. Dari fenomena sosial ini lahirlah film-film yang mengangkat tentang kecantikan, lengkap dengan pesan moral bahwa kecantikan bukan selalu segalanya. 

200 Pounds Beauty

 

Adalah Han-Na, perempuan muda yang memiliki bakat menyanyi yang sangat baik, namun kondisi fisiknya yang gemuk membuatnya harus rela menjadi backing vocal dan suaranya terpaksa diakui sebagai suara penyanyi lain yang bertubuh langsing. Han-Na rela melakukan hal itu juga demi bisa berdekatan dengan lelaki pujaan yang tidak lain adalah produser penyanyi. 

Singkat cerita akhirnya Han-Na memutuskan untuk operasi dan sedot lemak yang ternyata perubahan Han-Na tidak sepenuhnya memberikan kebahagiaan yang selama ini didambakan. Han-Na berhasil menunjukkan bahwa kejujuran dan kepercayaan dirilah justru yang sangat dibutuhkan oleh setiap perempuan. 

Film asal Korea Selatan ini diadaptasi dari manga Jepang yang sangat populer yakni "Kanna San Daiseikou Desu" karya Yumiko Suzuki.

Imperfect

 

Film ini menceritakan dilema Rara yang selalu dinyinyiri rekan-rekan sekantor karena penampilan fisiknya yang dianggap tidak sedap dipandang. Namun karakter Rara yang kuat dan cerdas di film ini seolah berhasil mematahkan persepsi masyarakat tentang kecantikan dan tubuh perempuan. Imperfect sukses menjadi film yang tidak sekadar menyisipkan pesan moral, tapi juga berhasil menghadirkan keberagaman budaya terkait kecantikan perempuan, seperti warna kulit, gaya rambut, gaya busana dan pastinya berbagai karakter pendukungnya.  

Melalui Imperfect, Meira Anastasia penulis sekaligus produser film ini ingin menyampaikan bahwa setiap individu memerlukan dukungan, sikap saling menghargai satu sama lain dan menerangkan bahwa "Penampilan fisik yang sempurna tidak ada artinya apabila tidak disertai pemikiran yang cerdas".  

I Feel Pretty

 

Film bergenre komedi ini mengisahkan Renee Bennett yang merasa kurang percaya diri akan penampilan fisiknya dan mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari lingkungan sekitar.  Renee sering mendapat sindiran dan perlakuan yang tidak menyenangkan. Hingga suatu hari, Renee mengalami kecelakaan di tempat kebugaran yang mengakibatkan gangguan dalam pikirannya. Semula Renee tidak percaya diri namun setelah kejadian itu Renee justru merasa cantik seperti yang diharapkan. Film ini menyelipkan pesan bahwa kecantikan bukan hanya soal fisik melainkan mindset atau pola pikir kita masing-masing.
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.