twitter  
Profil  

Kamis, 13 Februari 2020 | 12:23 wib
NINE TO REMEMBER : Berlatih Menembak dan Memanah bersama Pasukan Khusus
 

Dalam rangkaian ulang tahun She Radio yang ke-9, crew She Radio dan Suara Surabaya Media yang kali ini rata-rata perempuan berkesempatan berkunjung ke Markas Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir, pasukan khusus yang berkemampuan tempur di tiga media (darat, laut dan udara) atau Tri Media di Karangpilang Surabaya dan disambut Lettu Marinir Yunus Rumbay, Kasatprov Yontaivib 2 Marinir. 

Ada beberapa senjata laras panjang yang diperkenalkan dengan jenis dan berat yang beragam. Tapi untuk berlatih menembak disiapkan senapan berjenis pistol Sig Sauer P226 kaliber 9mm. Sebelum mulai menembak, peserta dijelaskan terlebih dahulu dari teknis menembak, diperingatkan untuk tidak memegang pistol sebelum dipersilahkan serta dilengkapi dengan alat pelindung diri yang wajib dipakai peserta yaitu kacamata dan pelindung telinga.

Tentunya untuk pemula bukan hal yang mudah, tidak semudah melihat di film-film tapi dari sikap berdiri, cara memegang pistol dan bidikan harus tepat. “Ambil sikap berdiri tegak, kalau sudah lurus arahkan pistol ke kotak sasaran, pegangan sudah kokoh, menarik pelatuk harus tenang tidak boleh langsung ditarik. Tentunya harus mendengar petunjuk pendamping, tidak ada instruksi tidak boleh menarik pelatuk,” instruksi Pelda Marinir Jadmiko, Bintara Kompi Markas Yontaifib 2 Marinir. 

Lia Lusiana salah satu penyiar She sudah kali kedua belajar menembak, namun pengalaman pertamanya bukan memakai pistol, melainkan sniper. “Lebih sulit yang pakai pistol karena kita harus berdiri dan untuk membidik itu agak susah. Kan tangan itu agak gerak-gerak, bidikannya suka lepas-lepas. Tapi seru sih.
Nagih!,” kata Lia. 



Selain belajar menembak, rombongan pun diperkenalkan bagaimana caranya untuk memanah. Lettu Marinir Yunus Rumbay Kasatprov Yontaifib 2 Marinir yang menjadi mentor dilapangan memanah, mengajarkan bagaimana memasang pelindung tangan, meletakan anak panah dibusur, cara menarik busur dan mengarahkan panah ke target. 

"Menarik busur, harus sekuat tenaga jangan ragu dan arahkan anak panah ketarget. Patokan menarik tali busur cukup dengan tiga jari (jari telunjuk, tengah dan jari manis) yang dirapatkan bersama,  taruh di ujung dagu dan lepaskan," arahan Lettu Marinir Yunus Rumbay. 

Dan pastinya ini menjadi pengalaman baru untuk She Radio dan Suara Surabaya Media. Errol Jonathans CEO Suara Surabaya Media mengatakan biasanya She Radio berbau feminim, lebih ke fashion dan kecantikan, sekarang berbeda berlatih menembak dan memanah. 

(Yuna) 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.