twitter  
Profil  

Rabu, 05 Februari 2020 | 11:32 wib
Kreatifitas Tanpa Batas Koleksi Mega Ma untuk Tahun Baru Tikus Logam
 

Masih dalam suasana Tahun Baru Imlek sebelum berakhir di hari Sabtu nanti pada tanggal 8 Februari 2020, yang ditandai dengan perayaan Cap Go Meh. 

Padu padan untuk merayakan Tahun Baru Imlek dapat menggunakan inspirasi yang tak terbatas, demikian halnya menurut Mega Ma, seorang desainer fashion dari Surabaya dikenal dengan karyanya yang unik dan tematik. Untuk edisi minggu ini, Mega menceritakan bagaimana awal berdirinya brand fashionnya MALEA hingga berbicara tentang koleksinya untuk Tahun Baru Tikus Logam ini. 

Boleh diceritakan latar belakang Mega mendirikan brand fashion MALEA ?

Sejak lulus dari LPTB Susan Budihardjo tahun2016,saya sudah memulai usaha menerima pesanan desain dari customer. Pada 2017 merupakan tahun pertama saya mengikuti salah satu ajang fashion show terbesardi Surabaya yaitu Surabaya Fashion Parade di Tunjungan Plaza, dari berpartisipasi fashion show tersebut dimana brand MALEA by Mega MA terbentuk. 

Apakah inspirasi Mega Ma untuk koleksi Tahun Baru Imlek tahun ini ?

Sebenarnya saya mendapatkan inspirasi dari orang terdekat yaitu dari Mama dan Papa yang adalah warga negara Indonesia dengan latar belakang dari Tiongkok. Selain itu, Mama sangat menyukai baju cheongsam, dengan kerah cina yang identik dengan desain baju tersebut. Maka sebenarnya inspirasi bisa datang darimana saja, tidak menutup kemungkinan berasal dari keluarga terdekat.

 

Boleh diceritakan detil tentang koleksinya? Dari penggunaan kain, bentuk potongan atau siluet hingga penggunaan detil dekorasi berupa sulam atau lainnya

Untuk siluet koleksi ini lebih longgar dan terlihat oversized, namun masih memiliki garis feminine dengan adanya beberapa garis kupnat untuk mempertegas bentuk tubuh serta penambahan sabuk dipinggang, lalu ditambahkan dengan sentuhan motif print bangau dan detil bulu. 

Jika dilihat pada koleksi ini menggunakan material tidak umum untuk cheongsam seperti perpaduan organza yang tipis, tembus pandang dengan digital print motif bangau dan bahan bulu untuk kerah cina tersebut. Selain itu Mega juga membuat detil unik sebagai tambahan aksesoris kecil pada baju – bajunya seperti rangkaian sumpit, maupun synthetic leather fringes dengan kombinasi beads. 

 

 

Apakah harapan Mega untuk tahun tikus logam ini terutama untuk industry fashion Indonesia ?

Harapan saya di tahun ini Indonesia akan segera menjadi pusat mode. Produk dan kualitas karya fashion anak bangsa dapat bersanding dengan baik bersama negara berkembang lainnya, terlebih untuk desainer local di Surabaya. Pentingnya dapat membuat trademark dan identitas brand yang mampu dikenal oleh masyarakat luas. 

Tips dari Mega untuk pembaca She Radio FM dalam tampil beda dan nyaman saat Tahun Baru Imlek ini

Paling terpenting adalah wajib percaya diri sebab hal tersebut merupakan pokok utama yang harus ditanamkan. Karena akan sia – sia jika menggunakan produk bermerek maupun berkualitas dari atas kepala hingga kaki tapi kita tidak mampu membawakannya dengan baik. 

Tentang Janet Teowarang :
Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia disektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.

(Dokumentasi Pribadi Milik Mega Ma)

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.