twitter  
Profil  

Rabu, 18 Maret 2020 | 14:30 wib
Geraldus Sugeng and Vanetta Goes to New York Part 2
 

Melanjutkan edisi sebelumnya, minggu ini saya berbagi cerita seru untuk teman She dari pengalaman Geraldus Sugeng, Vanetta dan Vanessa mempresentasikan hasil karya mereka diwujudkan dalam fashion show di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di kota New York. 

Dari hasil obrolan kami, saya menyimpulkan kota New York sangat mirip dengan London sebagai dua kota besar yang adalah kiblat fashion dunia. Kota besar yang tidak pernah tidur, padat penuh dengan berbagai aktifitas dan acara, orang – orang berjalan kaki bergaya keren dan trendi. Sebagai kota metropolitan, NYC juga memiliki referensi bagus untuk mencicipi kuliner setempat terutama kopi dan roti bagelnya, Geraldus, Vanetta dan Vanessa juga merekomendasikan tempat makan dan nongkrong yaitu Blue Bottle Coffee di 7th Avenue, Brooklyn, makanan favorit mereka halal food di depan Hilton Hotel dan ternyata cukup banyak food truck enak yang bisa ditemui di berbagai spot di kota ini, porsi yang cukup besar bisa untuk saling berbagi. 

 

 

Cuaca kota New York dan London pun hampir sama di bulan Februari, bercurah hujan tinggi, suhu dapat bervariasi dari 10 derajat hingga mencapai minus 2 derajat. Suasana juga demikian hampir sama didua kota ini,mempunyai daerah tertentu dengan selera berpakaian berbeda misalnya di wilayah Manhattan mayoritas orang - orang tampil lebih stylish dengan jaket maupun coat yang bervariatif, sedangkan di wilayah Brooklyn cara berpakaian mereka lebih berwarna, dari sini Geraldus, Vanetta dan Vanessa memahami gaya penampilan dapat berubah drastis dengan memasuki wilayah yang berbeda walaupun dalam satu kota. 

 

 

Ketika acara fashion show di KJRI NY, para desainer juga memperhatikan untuk cara berpakaian para tamu berasal dari wilayah Manhattan yang semua condong memilih warna gelap digunakan secara fashionable dengan fur coat beragam, dan sekarang di luar negeri sudah banyak dianjurkan untuk menggunakan fur coat dari material sintetis agar menghindari penggunaan bulu hewan asli. Berbeda dengan tamu dari wilayah Brooklyn yang lebih menggunakan berbagai macam warna, pemilihan coat maupun pakaian lebih bervariasi di bagian kerah lapel, panjang, jenis material dan terkadang masih terlihat dipadukan dengan jeans. 

 

Sebelum membahas tentang fitting dan fashion show, saya sangat tertarik mengupas detil koleksi Florens ini yang sangat identik dengan koleksi adi busana (couture) meski sebenarnya koleksi ini adalah Ready to Wear Deluxe. Variasi desain bersiluet A dan I ditampilkan tidak hanya gaun pendek atau panjang, atasan berlengan lonceng yang dapat dipadukan dengan basic pieces seperti rok polos atau bahkan celana jeans. Penggunaan kain tulle, silk organza, chiffon dan sparkling embossed glitter lace memberikan kemewahan yang modern nan klasik, sekilas bila dilihat satu tampilan penuh berdetil mote, namun, embossed glitter lace tersebut yang didraperi maupun dilapis dengan kain polos membuat kerlip pada pakaian lebih hidup. Desain – desain tersebut menuangkan jiwa muda dalam setiap fashion piecesnya namun mengutamakan femininitas, seperti one – shoulder jumpsuit yang dikemas anggun, atasan halter neck dengan pita organza besar di bagian leher dilengkapi celana semi – harem selutut tetap menawan dan elegan. 

 

 

Agenda saat di kota New York untuk jadwal fitting dan show KJRI NY cukup berdekatan dan padat, fitting berlangsung di hari yang sama tanggal 12 Februari 2020 sebelum fashion show di malam hari. Proses persiapan fitting dan show banyak kejadian yang diluar dugaan bagi Geraldus, Vanetta dan Vanessa, salah satunya seperti karakter model berukuran size 4 memaksakan memakai koleksi mereka yang mayoritas lebih kecil dari size 4, hal ini menunjukkan apresiasi model sangat tinggi pada karya desainer walau baju tersebut tidak cukup model – model tersebut masih berusaha untuk dapat memperagakannya. Namun, dengan banyaknya model yang mengikuti casting saat fitting sehingga kejadian yang dialami ini tidak menjadikan masalah besar. Setelah show berlangsung, para desainer (Geraldus, Vanetta dan Vanessa) mendapatkan pengalaman baru serta feedback dari para tamu khusus yang hadir di acara tersebut. Para tamu banyak sekali yang memuji karakter dari koleksi Florens dan performa dari team desainer yang ternyata adalah kembar yaitu Vanetta dan Vanessa. Keempat desainer ini mengakui banyak hal yang disiapkan dan dikerjakan dalam tempo singkat yaitu satu bulan sebelumnya hingga saat acara berlangsung, meski demikian mereka merasakan lega bercampur senang ketika show telah selesai. 

 

Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol. 

Dokumentasi Pribadi milik Geraldus Sugeng, Vanetta Florentina dan Vanessa Florencia. 




Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.