twitter  
Profil  

Sabtu, 16 Mei 2020 | 10:03 wib
Mencapai Hasil Foto Dan Virtual Photography Berkualitas Oleh Moire Photo
 

Industri kreatif merupakan salah satu industri yang tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19. Namun dengan pengaruh teknologi dan sosial media meningkatkan kreativitas manusia untuk tetap bertahan, bahkan menemukan solusi demi mengatasi permasalahan yang ada.

Industri fotografi yang selalu berkesinambungan dengan industri fashion dan kuliner memerlukan pembaruan, inovasi dan daya kreasi untuk menghasilkan karya foto berkualitas. Pengambilan foto profesional juga dilandasi konsep dan persiapan yang matang, meskipun jenis fotografi candid dan selfie tidak terlalu memerlukannya.Sejak aturan physical distancing diterapkan dua bulan lalu, mendorong para pelaku industri fotografi untuk memunculkan ide virtual photography.Virtual photography mampu memberikan kesempatan bagi para photographer berkreasi walaupun hanya dirumah dan tanpa bertemu dengan objek foto atau model.Untuk mengenal lebih banyak tentang profesional dan virtual photography, saya mendapatkan wawancara khusus akan cerita dan tips dari Maximilian John, salah satu founder, fotografer dari Moire Photo. 

Moire Photo adalah salah satu wedding dan pre-wedding photographer yang menonjol di Surabaya dengan kualitas foto – foto terbaik, boleh diceritakan latar belakang berdirinya, keunikan dan cirri khas dari Moire. 

Maximilian John : Awalnya dimulai dari hobi, karena dulu saat kuliah saya diajari oleh teman ditambah ikut UKM. Mulanya sih belajar dan senang fotografi genre fashion photography, tapi seiring berjalannya waktu, barengan dengan para senior-senior pelaku industry fotografi saat itu, saya diajak untuk masuk ke area wedding, menjadi freelancer dulu. Lama kelamaan kok seru akhirnya keterusan.Tapi karena tidak punya pengalaman kerja jadinya ya semua system dan struktur perusahaan kami dibangun dari awal dan bermodal nekat saja.Sambil berjalan lambat laun, belajar dari klien, belajar dari para senior fotografer juga, akhirnya bisa sampai di Moire hari ini. Proses pembelajaran dan pengalaman di industry fotografi itu sebenarnya yang membentuk Moire, dimana kita lebih memperhatikan komunikasi antara kita dan klien. Bagaimana kita bisa menangkap harapan dari klien, sehingga kita pun bisa bekerja sangat efisien dan tepat. Hal – hal itu juga menjadi slogan Moire Photo, An Envisage Engraved yang artinya Envisage adalah sebuah ide, gagasan, rencana, bayangan, atau konsep yang kita ukir dalam sebuah karya seni yaitu fotografi. 

Untuk porto folio, apa saja yang sudah dihasilkan sejauh ini? Dengan inovasi maupun kreatifitas menghasilkan karya fotografi sesuai misi, visi, cirri khas Moire Photo.

Maximilian John : Porto folio dalam industry wedding kita sudah lumayan banyak, dari foto pre-wedding di Indonesia, hingga internasional. Kebanyakan negara di Asia Tenggara sudah sering kita datangi, hingga Eropa Timur dan Barat.Uniknya perbedaan jaman menuntut perbedaan konsep hingga cara berhubungan dengan klien.Contoh saja masa sebelum ada Instagram, hanya ada Facebook, cara kita melakukan marketing, komunikasi, hingga cara membuat konsep untuk para klien berbeda dengan sekarang. Kita menyadari betul bahwa hal ini tidak bisa lepas dari kekuatan tim, oleh karena itu kita memilih dan menyaring tim member yang diterima untuk bergabung di Moire Photo dan Video.

 

 

Selain fotografi, Moire juga dikenal membuat film, bagaimana menggabungkan konsep foto dengan film, jika harus membuat keduanya saat waktu yang sama?

Maximilian John : Jawabannya adalah brainstorming. Kita dari dulu terbiasa untuk bekerja berdasarkan konsep dan asiknya adalah setiap konsep untuk klien selalu berbeda, sehingga untuk mengembangkan sebuah konsep, kita perlu sering sekali untuk brainstorming, baik antar team sendiri atau pun dengan klien. Brainstorming moment inilah momen sangat penting dimana akan sangat menentukan keberhasilan dalam pembuatan film dan foto, sehingga dilapangan sudah siap semua, bukan yang masih bingung ingin melakukan apa saja. Selain itu manajemen waktu juga penting, supaya kita bisa tepat waktu.

Saat masa pandemic ini, banyak hal terdampak terutama industry kreatif yang salah satunya fotografi dan film. Moire Photo sempat berbagi di IG Live tentang Virtual Wedding Photography, boleh diceritakan awal idenya, konsep dan prosesnya?

Maximilian John : Idenya berawal dari teman – teman dengan mencoba sekali dua kali kok semakin banyak yang suka, akhirnya keterusan dan banyak yang menganggap jadi tren baru. Prosesnya cukup simpel, yang harus disiapkan adalah konsepnya.Sisanya cukup mudah karena hanya bermodalkan HP dan tripod camera saja, tapi dari sisi photographernya yang perlu laptop atau layar yang resolusinya cukup bagus sehingga bisa menangkap gambar agar tidak terlalu turun resolusinya.

 

 

 

Apa saja langkah strategis dari Moire Photo untuk mengatasi kualitas foto dari virtual photography?

Maximilian John : Yang paling penting terus diperkuat adalah konsep. Karena secara teknis tidak bisa terlalu bervariatif, sehingga konsepnya dan kualitas wifi-nya yang harus dijaga.

 

 

Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia disektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.

Photo: Dokumentasi pribadi Moire Photography



Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.