twitter  
Profil  

Kamis, 25 Juni 2020 | 10:22 wib
Mengenal Virtual Fashion Show
 
(Photo by Andrew H. Walker/ Getty Images)

Sejak pembatasan sosial dan fisik (social and physical distancing) dilaksanakan, berbagai acara bersifat virtual bermunculan termasuk fashion show. Sebenarnya virtual fashion show bukan suatu hal yang awam di industri fashion global, beberapa brand fashion maupun fashion desainer kelas dunia telah memberikan sentuhan teknologi untuk mengembangkan tampilan fashion show mereka. Sebut saja Polo Ralph Lauren, brand fashion dari Amerika Serikat telah mempresentasikan koleksi Spring 2015 di New York Fashion Week pada bulan September 2014 lalu, dengan menggunakan 4D Holographic Show. Para virtual model berjalan di atas air danau yang berlokasi di Cherry Hill, Central Park, kota New York. Selain Ralph Lauren, Alexander McQueen memulai lebih awal membuat virtual fashion show di tahun 2009 bekerja sama dengan Nick Knight’s SHOWStudio.com, menampilkan koleksi Spring di ajang Paris Fashion Week melalui live streaming di website. Alasan Alexander McQueen saat itu dengan memulai virtual fashion show untuk menjangkau para buyer dan jurnalis dari negara lain seperti Australia, Asia dan Amerika Tengah yang tidak hadir saat fashion shownya berlangsung di Paris. 

 
(Polo Ralph Lauren 4D Holographic Fashion Show) 

Virtual fashion show kini kembali naik daun saat pandemi Covid-19 untuk menggeliatkan industri fashion. Pelaksanaan dan tujuan virtual fashion show ini juga beragam dimulai dari Carine Rotfield, Harper’s Bazaar global fashion director pada bulan Maret 2020 mengajak para model – model kelas dunia seperti Irina Shayk, Ashley Graham, Eva Herzigova, Carolyn Murphy berjalan catwalk di rumah mereka masing – masing. Sebelumnya model – model tersebut telah diberikan arahan untuk tampilan yang diharapkan dan yang terpenting adalah mengangkat kepribadian dan gaya khusus dari masing – masing model. Carine Rotfield mengadakan virtual fashion show ini melalui live streaming dari YouTube bertujuan menggalang dana (fundraising) untuk perjuangan para garda depan di masa pandemi Covid-19. Para fashion desainer dan brand fashion di Indonesia yaitu Amot Syamsuri Muda, Geraldus Sugeng juga turut berkontribusi menampilkan koleksi terbaru mereka dengan virtual fashion show. Fashion Notes juga mendapat kesempatan menyaksikan langsung koleksi Resort 2020 dari PURANA bulan Mei lalu secara ekslusif melalui Zoom, dimana juga tersedia di Facebook dan YouTube Live. 

 
(Fashion Model Adwoa Aboah memakai karya mahasiswa Central Saint Martin di London Fashion Week)

Senyatanya virtual fashion show ini merupakan tantangan dan langkah baru kedepannya untuk industri fashion. Menurut artikel Steff Yotka di vogue.com tampilan fashion show merupakan bagian terpenting dari bisnis fashion dan juga akan mengalami reformasi ekstrem. Pentingnya melibatkan perasaan emosi, karakter maupun luapan kepuasan saat menampilkan karya fashion secara fisik perlu dituangkan ketika tampilan digital kini diperlukan. Gayle Dizon yang berpengalaman membuat fashion show untuk beberapa brand fashion global menambahkan sesungguhnya adalah suatu hal revolusioner dengan menampilkan fashion show menggunakan teknologi baru seperti CGI, 3D Design, image capture, maupun body mapping. Namun, menurut Gayle semua hal ini adalah tantangan yang merupakan semacam kurva pembelajaran terutama dalam berkomunikasi dengan para fashion desainer maupun brand fashion, agar hasil suatu acara virtual dapat lebih dekat dengan kehidupan nyata, memiliki kehangatan dan emosi. 

Tentang Janet Teowarang :

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile.Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.



Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.