twitter  
Profil  

Kamis, 16 Juli 2020 | 10:39 wib
Tren Fashion Dunia Yang Diadaptasi Drama Korea
 

Sejak dua dekade lalu, drama Korea (K-Drama) sangat diminati masyarakat di Indonesia hingga luar negeri, bahkan kostum film kontemporer pada drama – drama tersebut menjadi populer di kalangan pecinta fashion. Demikian juga para pemainnya yang mendulang popularitas menjadi ikon fashion. Saat ditelusuri pengaruh tren fashion dunia sangat besar untuk tampilan padu padan gaya setiap karakter drama. Sehingga hal ini menjadi acuan para pecinta drama Korea untuk bergaya seperti aktor atau aktris favorit mereka. 

Peran penata gaya (stylist) atau desainer kostum (costume designer) diperlukan untuk menggali setiap karakter pemain yang dituangkan melalui cara berpakaian mereka. Salah satu penata gaya terkenal di Korea Selatan, Jo Sang-gyeong menuangkan ide – idenya di beberapa karya film blockbuster dan drama Korea yaitu The Handmaiden (2016), Inside Men (2015), lalu karya terbarunya adalah drama Korea It’s Okay to Not Be Okay (2020). 

Jo Sang-gyeong menggunakan kepribadian dan watak masing – masing pemeran dalam drama It’s Okay to Not Be Okay untuk mengolah dan mengembangkan tampilan kostum mereka sesuai arahan naskah di episode berjalan. Jo Sang-gyeong juga memasukkan unsur tren fashion tahun 2020 yang terlihat jelas pada peran Ko Mun-yeong seorang pengarang buku anak berjiwa anti sosial. Peran ini dimainkan oleh Seo Ye-ji yang berpakaian sangat modis dan eksentrik dengan permainan detil pattern cutting unik. 

 

Tren fashion 2020 dilansir dari berbagai fashion week dunia di Paris, Milan, London dan New York yaitu motif polka dot, colored leather (bahan kulit sintetis maupun asli yang berwarna terang), waistcoat (rompi), bermuda pants (celana bermuda sebatas atau diatas lutut), retro prints (motif – motif tahun 70an dan 80an dengan motif bunga – bunga besar abstrak berwarna pscyhedelic), the coat dress (dress sebatas lutut dengan siluet A menyerupai trench coat), neutral pieces in ivory white or crème (variasi pakaian dari gaun, atasan dengan warna netral: putih ivory, putih tulang, krem). 

 

 

Sebagai penata gaya dan busana, Jo Sang-gyeong memilih padu padan tepat untuk Seo Ye-ji seperti leg o mutton sleeve black polka dot silk dress berdetil bunga besar dengan ruffles di lengan, atasan panjang (mini dress) berwarna netral dikombinasikan dengan obi dari kulit asli berwarna coklat bata, dress putih panjang berlengan panjang dengan motif sulam, retro flower prints mini dress. Pakaian – pakaian ini sesuai dengan acuan tren fashion 2020 yang dipadukan penata busana bersama aksesoris tambahan (ban pinggang, topi, anting, dan lainnya) agar menguatkan keseluruhan tampilan karakter Ko Mun-yeong. 

 

Untuk drama Korea lainnya yang direview oleh Fashion Notes adalah W: Two Worlds Apart (2016) dibintangi Lee Jong-suk dan Han Hyo-jo menampilkan variasi pakaian modis tren 2016 dari beragam koleksi luxury fashion brands. Women’s fashion trend 2016 menyajikan statement sleeve (bagian lengan menjadi titik fokus), permainan ruffles yang masih berlanjut hingga tren fashion tahun 2020, pleats and plisse (lipit dan lipit lidi), pyjama-style clothes, color blocking dengan motif garis bold and bright, exposed shoulders (off-shoulders) dan denim (washed denim style). Lee Jong-suk memerankan sosok webtoon yang sangat kaya raya menggunakan pakaian – pakaian menunjang penampilannya seperti tailored suits berwarna ultramarine blue dan bermotif kotak hitam putih. 

 

 

Pilihan kostum untuk Lee Jong-suk di drama ini juga diadaptasi dari Paris dan Milan men’s fashion trend 2016 adalah blue suits dan jaket atau tailored suits bermotif kotak – kotak. Kostum drama Han Hyo-jo mengikuti acuan women’s fashion trend 2016 dengan tampilan off – shoulder pink lacy dress, color-block knit top dan pretty prints dresses berlipit lidi (plisse) dengan sentuhan ruffles. Para pemeran utama ini juga disandingkan bersama memakai pakaian denim yang termasuk salah satu bagian dari tren fashion 2016.

 

 

 
 
Setelah ulasan ini semoga teman She dapat lebih memahami sebenarnya tren fashion dunia itu tetap menjadi kiblat fashion dimana pun, namun penting untuk dipadu padankan dan disesuaikan dengan karakter pemakai. 

Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol. 




Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.