twitter  
Profil  

Kamis, 05 November 2020 | 14:12 wib
Kiprah IR & IR Melestarikan Songket Melayu Deli
 

Teman She mungkin belum banyak mengenal kain tenun Songket Melayu Deli yang sebenarnya hampir punah.Khusus edisi ke 60, Fashion Notes mengangkat songket ini karena memiliki sejarah menarik dan mendukung pemberdayaan perempuan sebagai pengrajin tenun di Sumatera Utara. Songket Melayu Deli dipopulerkan oleh brand fashion berbasiskan wira usaha sosial (sociopreneur) yaitu IR & IR melalui serangkaian acara fashion dari Indonesia Fashion Week hingga yang terkini ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival) dengan kesempatan world wide fashion show streaming melalui Mercedes-Benz Fashion Week Russia.

 
 
Bermula dari berdirinya Yayasan Khazanah Warisan Melayu Deli diprakarsai oleh Dr. Hj. Tengku Syarfina Azman, M. Hum. yang perduli akan keberlanjutan dari kain tenun Songket Melayu Deli. Yayasan yang didirikan di Medan, Sumatera Utara sejak tahun 2014 berupaya melestarikan kain tenun songket ini merupakan warisan Kerajaan Melayu Deli (Kesultanan Deli) dari tahun 1632 – 1946. Kain tenun Songket Melayu Deli hanya diperbolehkan menggunakan motif flora dengan khasnya yaitu bunga tembakau deli yang kemudian dikembangkan oleh yayasan dan IR & IR menjadi beberapa motif baru dari bunga kenanga, bunga melati, bunga tanjung, bunga empat pecah dan juga conan daun tembakau. IR & IR mengangkat kain tenun Songket Melayu Deli menjadi koleksi pakaian Muslim dengan tampilan segar dan modern. Penggunaan warna – warna pastel dan cerah disiasati oleh pendiri, desainer IR & IR, Irfania Rahmadhani Lubis yang ekspresif sebagai generasi muda juga penerus keberlanjutan kain tenun songket tradisional kriya melayu.Sebagai seorang sociopreneur, Irfania menargetkan konsumen IR & IR adalah wanita karir yang perduli terhadap isu sosial dan budaya untuk turut mendukung pemberdayaan perempuan terutama para ibu rumah tangga agar tetap produktif mampu membantu penghasilan tambahan bagi keluarga mereka.

 
Irfania Rahmadhani Lubis

IR & IR disebut juga IR & IR - Songket Deli memberdayakan 16 pengrajin tenun perempuan mayoritas adalah ibu rumah tangga menghasilkan berbagai kain tenun Songket Melayu Deli modern diolah menjadi produk – produk fashion dari pakaian Muslim, selendang, masker dan variasitas selempang maupun clutch. Kain tenun songket dan hasil – hasil produk fashion telah dipamerkan Irfania diberbagai negara selain Indonesia yaitu Singapura tahun 2017, NY Now (Kota New York) tahun 2018, dan mendapatkan kesempatan mengikuti ISEF (Indonesia Sharia Economic Festival) dibulan Oktober 2020 setelah menjalani kurasi ketat dan pendampingan sebagai anggota IKRA (Industri Kreatif Syariah Indonesia). 

 

Untuk karya terbaru IR & IR yang ditampilkan melalui virtual fashion show di event ISEF adalah koleksi Ready-to-Wear untuk wanita karir dari umur 25 hingga 45 tahun, menggunakan kombinasi warna pastel dengan basic seperti kuning melayu, biru muda dengan abu – abu, hitam dan putih. Koleksi kali ini berjudul Matari dari Bahasa Melayu diartikan Matahari dituangkan pada variasi motif Melayu Deli memberikan sentuhan elegan dengan siluet lurus yang simpel. Varian tampilan koleksi Matari terdiri dari long wrap skirt dengan layer depan dari kain tenun songket, blazer dengan kombinasi kain tenun songket dan polos dalam satu warna, outer kimono, kemeja putih dengan kombinasi kerah dan front opening flap dari kain tenun songket. Menurut Irfania, tampilan koleksi kali ini diciptakan sangat siap pakai dan bergaya internasional karena ditayangkan secara live streaming oleh Mercedes-Benz Fashion Week Russia berupa virtual fashion show dari Jakarta pada 23 Oktober 2020. Upaya – upaya Irfania berbuah baik setelah 6 tahun mengangkat dan mengenalkan Songket Melayu Deli kepada masyarakat, bukan hanya di Sumatera dan Indonesia saja namun juga berkesempatan mewujudkan karya diajang internasional. Hal inilah yang perlu diraih oleh generasi millennial dan Z di Indonesia agar melestarikan seni dan budaya Indonesia, sehingga kita selalu bangga akan produk lokal berkualitas internasional. 

 

 

 

 

 

 

Tentang Janet Teowarang:

Janet Teowarang merupakan founder dan creative director brand fashion miliknya yaitu Allegra Jane, selain itu Janet juga menjadi dosen di Universitas Ciputra Surabaya. Janet meraih Australia Awards dari Pemerintah Australia di sektor Fashion dan Textile. Karyanya juga telah dipresentasikan di Indonesia Fashion Week, Mercedes Benz Asia Fashion Award dan mengikuti kompetisi Mango Fashion Award di Spanyol.

Photo: Dokumentasi Pribadi IR & IR

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.