twitter  
Profil  

Selasa, 27 Oktober 2020 | 10:54 wib
Mendampingi Anak Menstruasi Pertama
 

Kehadiran orang tua ketika anak pertama kali menstruasi itu penting, karena selain menjadi langkah awal untuk mulai mengenalkan kesehatan reproduksi pada anak, obrolan orang tua dan anak saat itu bisa berdampak positif secara psikologis. Hal ini juga penting supaya anak tidak tenggelam dalam mitos-mitos soal menstruasi yang beredar di masyarakat. Berikut beberapa point tentang pendampingan ketika anak pertama kali menstruasi. 

1. Saat anak pertama kali menstruasi, anak akan merasa gelisah dan takut karena tidak biasa melihat darah keluar dari vaginanya. Sebagai orang tua, kita bisa menemani dan menenangkan mereka lalu mengatakan bahwa itu adalah hal normal yang dialami ketika beranjak remaja. 

2. Sering kali orang tua hanya menyuruh anak memakai pembalut saat pertama menstruasi. Padahal teman She, anak butuh penjelasan tentang siklus menstruasi dan kesehatan reproduksi, cara merawat dan membersihkan vulva, serta pentingnya mengganti pembalut secara berkala. 

3. Hindari menyebut menstruasi sebagai darah kotor atau istilah lainnya. Lebih baik jelaskan dari sisi kesehatan reproduksi tanpa tabu dan stigma supaya anak tidak merasa ada yang kotor dalam dirinya. 

4. Sampaikan juga mitos seputar menstruasi yang masih beredar agar tidak begitu saja dipercaya anak. Contohnya, mitos tidak boleh keramas saat menstruasi, yang pada kenyataannya saat menstruasi tubuh justru harus benar-benar dijaga sehingga keramas juga perlu dilakukan. 

5. Banyak anak perempuan mendapatkan menstruasinya pada sekolah dasar. Tapi karena tabu dan minimnya pengetahuan soal kesehatan reproduksi, pengalaman mereka kadang dijadikan bahan bully. Kalau begitu, kita sebagai orang tua harus hadir meyakinkan anak kalau menstruasi itu normal dan anak tidak perlu merasa malu. 
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.