twitter  
Profil  

Selasa, 28 Januari 2020 | 10:24 wib
Virus Corona, Gejala dan Tindakan Pencegahan
 

Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi virus corona. Cara terbaik untuk mencegah infeksi adalah menghindari terkena virus ini. Ada beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan setiap hari untuk menghindari penyakit akibat virus corona.

1. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol
2. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci
3. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit 
4. Tetap di rumah saat sakit
5. Tutupi batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah
6. Bersihkan dan disinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh

Pasien yang dikonfirmasi positif terinfeksi virus corona, akan mengalami gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pasien yang terinfeksi coronavirus akan menderita penyakit pernapasan ringan hingga berat dan untuk gejala virus corona sendiri akan muncul dalam 2 hingga 14 hari setelah pasien terpapar virus corona. Orang yang terinfeksi harus menerima perawatan intensif untuk membantu meringankan gejala virus corona. Jika gejala semakin parah, maka penderita harus segera mengunjungi layanan medis. 

Corona virus adalah keluarga dari virus bisa dijumpai di banyak spesies hewan seperti unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Virus corona jarang dapat menular dari hewan ke manusia dan menyebar di antara orang-orang seperti dengan MERS dan SARS. Banyak pasien pneumonia yang disebabkan 2019-nCov di Wuhan, Cina pernah melakukan kontak atau mengunjungi pasar seafood, yang menunjukkan penyebaran dari hewan ke manusia. Namun, semakin banyak pasien yang melaporkan mereka tidak pernah mengunjungi pasar seafood, sehingga menunjukkan adanya penularan dari manusia ke manusia. 

Penularan dari manusia ke manusia ini mirip MERS dan SARS, yang diperkirakan terjadi melalui cairan yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya menyebar. Penyebaran SARS dan MERS di antara manusia terjadi karena kontak dekat. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.