twitter  
Profil  

Rabu, 25 Maret 2020 | 11:50 wib
Selain Sakit Kepala, Ini Dia Efek Stres yang Akan Dialami Tubuh Kita
 

Ketika sedang stres, suatu bagian otak yang disebut sebagai hipotalamus memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Adrenalin meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, sedangkan kortisol menaikkan gula darah. Nyatanya bagi sebagian orang kondisi ini bahkan bisa sangat membahayakan kesehatannya, baik mental dan fisik.

Dikutip dari berbagai sumber, ini beberapa gangguan yang akan kita alami karena stres. 
 
1. Kanker dan gangguan imun
Sistem imun alami tubuh dirancang untuk melindungi kita dari bahaya langsung. Stres kronis dapat merusak sistem tersebut dan justru menghambat kerja sistem imun. Akibatnya, risiko kanker dan masalah kesehatan lainnya akan meningkat.

2. Penyakit jantung
"Masyarakat sepertinya lupa bahwa stres merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung," ungkap Chauncey Crandall, MD, salah satu ahli jantung.

Salah satunya seperti kasus penyakit jantung yang terjadi pada Mantan Presiden AS, George W. Bush. Tim dokternya meyakini bahwa penyakit jantungnya muncul karena efek stres yang dia alami saat masih menjabat sebagai presiden.

3. Masalah berat badan
Stres dapat membuat seseorang menjadi makan berlebihan. Makan berlebihan ini pun biasanya berupa makanan yang tinggi kalori. Padahal obesitas dan kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, kanker dan depresi.

4. Depresi dan kecemasan
Stres memiliki dampak langsung dan nyata pada kesehatan mental. Stres kronis menyebabkan depresi atau justru memperburuk depresi yang ada sebelumnya.

5. Rambut rontok
Kerontokan rambut juga sering terjadi akibat stres. Saat stres, efek yang diberikan terhadap rambut antara lain alopecia areata (sel darah putih 'menyerang' folikel rambut),  telogen effluvium (rambut berhenti tumbuh) dan trikotilomania (kerontokan ekstrem akibat stres, cemas, tegang, kesepian, atau frustrasi).

6. Sindrom metabolik
Orang yang mengalami stres kronis berada pada risiko lebih besar untuk terkena sindrom metabolik, yang merupakan kombinasi dari diabetes, tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, obesitas dan kadar kolesterol abnormal. Jika terjadi bersamaan, maka akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

7.Penyakit mata
Penelitian menunjukkan bahwa stres juga dapat mempengaruhi kesehatan mata. Ketika seseorang mengalami stres, hormon kortisol akan mengalami peningkatan dan menyebabkan kemampuan penglihatan menurun karena mengganggu peredaran darah ke mata dan otak. Stres juga dapat menyebabkan penyakit mata seperti glaukoma, bular hijau pada mata karena tekanan di dalam mata bertambah tinggi akibat cairan bening kornea dan lensa mata tertahan, yang kemudian bisa berujung pada kebutaan.

8.Sakit kepala 
Teman She mungkin pernah mengalami sakit kepala ketika sedang banyak pikiran dan pekerjaan. Hal tersebut bisa menjadi tanda tingkat stres sedang meningkat di tubuh.  Ketika stres, hormon kortisol dan adrenalin menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah, yang kemudian membawa darah ke tangan dan kaki. Akibatnya, otak tidak mendapatkan suplai darah yang berisi oksigen dengan cukup, dan kita akan merasakan sakit kepala saat sedang stres.

9. Masalah pencernaan
Pengaruh stres pada usus tergantung pada lamanya waktu kita mengalami stres. Stres jangka pendek dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan dan pencernaan kita melambat. Stres jangka panjang dapat memicu masalah gastro-intestinal (GI), seperti konstipasi, diare, gangguan pencernaan, atau sakit perut. Stres kronis dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti sindrom iritasi usus dan gangguan GI lainnya.

Dari sekian banyak dampak stres pada tubuh kita, ada banyak juga ragam rekomendasi atau saran untuk menguranginya teman She. 

1.Teknik relaksasi seperti meditasi, yoga dan praktik-praktik lain yang bisa menenangkan pikiran silahkan teman She coba. 

2.Carilah waktu yang tepat juga untuk makan dan usahakan jangan makan ketika sedang benar-benar stres. Sebaliknya, carilah kesenangan lain selain dengan makan agar kalori tetap terkontrol. 

3.Rutinlah berolahraga teman She karena olahraga dapat meningkatkan produksi neurotransmitter dan endorphin dimana keduanya dapat meningkatkan mood dan menurunkan risiko depresi, penyakit jantung, stroke, diabetes dan kanker.

4.Bertemu dengan teman-teman, kerabat atau bergabung dengan organisasi yang membuat kita bisa berkomunikasi dengan orang yang kita sayangi (sementara ini semua via teknologi dulu ya teman She). 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.