twitter  
Profil  

Sabtu, 18 April 2020 | 11:20 wib
Waspadai Infeksi Ganda
 

Waspadai kemungkinan terjadinya koinfeksi atau infeksi ganda dari DBD dan Covid-19 dari satu pasien, sehingga hal ini membutuhkan perhatian khusus, baik bagi pasien maupun petugas kesehatan.

Meski belum ada laporan resmi yang diterima terkait kejadian koinfeksi tersebut, petugas kesehatan tetap harus waspada jika ada pasien yang datang dengan gejala awal demam berdarah. Kewaspadaan ini juga terkait perlindungan pasien DBD dengan memastikan tempat perawatan terpisah dari pasien yang masih terduga ataupun terkonfirmasi Covid-19.

Gejala awal memang hampir sama teman She yaitu demam. Namun, pada pasien Covid-19 biasanya akan lebih mengalami gejala seperti sesak napas dan batuk. Sementara pada pasien DBD, demam yang dialami biasanya disertai dengan bintik merah atau pendarahan lain seperti mimisan. 

Pemerintah sendiri sudah melakukan langkah untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di beberapa daerah, yaitu dengan cara menyiagakan rumah sakit untuk antisipasi peningkatan kasus DBD dan memastikan cairan dan alat infus tersedia. Pemerintah juga berupaya memastikan logistik untuk tes DBD mencukupi di berbagai wilayah, selain juga persediaan abate, insektisida serta larvasida. 

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Oscar Primadi menyatakan bahwa upaya perubahan perilaku juga harus dilakukan dalam menyikapi DBD. Artinya, persoalan DBD bukan hanya soal nyamuk, tapi juga faktor perilaku manusia yang mendukung perindukan nyamuk meningkat.

World Health Organization (WHO) dalam laporannya berjudul “WHO Global strategy for dengue prevention and control 2012–2020” menunjukkan bahwa sebagian besar negara di Asia Tenggara merupakan endemic DBD. WHO juga menjelaskan adanya pola musiman DBD di berbagai negara. Di Indonesia peningkatan kasus terjadi pada Januari hingga Februari. 

(Ella Su'ud)

Sumber: Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.