twitter  
Profil  

Jumat, 08 Januari 2021 | 10:29 wib
Oloture, Film Tentang Perdagangan Perempuan Nigeria
 

Oloture adalah sebuah film yang menguak sisi gelap perdagangan seks di Nigeria dan merupakan kisah hasil investigasi seorang reporter bernama Tobrore Ovuorie. Dalam film tersebut, seorang jurnalis bernama Oloture, yang berperan sebagai Ovuorie selama penyelidikannya, pergi ke negara tetangga. Dia kemudian dijanjikan sang mucikasi untuk diberangkatkan ke Eropa bersama sejumlah perempuan lainnya dengan imbalan hingga US$85.000. Alih-alih menuju ke perbatasan, minibus yang mereka tumpangi berhenti di kamp pelatihan yang suram di pinggiran Lagos. Di sana, gadis-gadis itu diperlakukan kasar dan dibagi menjadi dua kelompok : pelacur "jalanan" dan pelacur "khusus" yang diperuntukkan bagi klien yang lebih kaya.

Tobrore Ovuorie memberanikan melakukan sebuah investigasi setelah dia harus menelan pil pahit tentang seorang temannya yang pergi ke Eropa, kemudian meninggal dan diketahui kalau sahabatnya itu ternyata menjadi korban perdagangan perempuan dan dikaryakan sebagai pekerja seks. Lalu setelah delapan bulan bekerja menyamar pada 2013, pada tahun berikutnya Ovuorie kemudian menuangkan laporan investigasinya di koran Nigeria Premium Times dan majalah investigasi Belanda, Zam Chronicles. Ovuorie mengatakan apa yang dia lihat dan alami selama penyelidikannya masih menghantuinya. Dia mencoba menemui setiap perempuan yang jadi korban untuk menceritakan kisah mereka. Dengan berdandan ala pelacur jalanan, Ovuorie berusaha mendapatkan kepercayaan para pekerja seks tersebut sampai kemudian dikenalkan dengan seorang muncikari.

Kisah yang menghebohkan ini kemudian menginspirasi sebuah perusahaan produksi di Nigeria untuk mengadaptasikannya menjadi film. Dirilis pada Oktober di Netflix, film ini telah ditonton secara luas dan dipuji di negara asalnya, yang merupakan pasar terpadat di Afrika. Perdagangan seks tersebar luas di Nigeria, khususnya di bagian selatan Kota Benin, tempat bagi geng-geng kriminal menyelundupkan perempuan ke Eropa. Berapa banyak jumlah perempuan yang diperdagangkan tidak diketahui pasti. Tetapi, di Italia, pihak berwenang mengatakan antara 10.000 dan 30.000 perempuan Nigeria yang datang ke negeri itu, bekerja sebagai pelacur. Beberapa ribu lainnya terjebak di Libya atau negara Afrika lainnya. 



Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.