twitter  
Profil  

Kamis, 18 Februari 2021 | 14:42 wib
Pesan Vaksinolog Indonesia Sebagai Persiapan Sebelum Menerima Vaksin Covid19
 

Untuk teman She yang menjadi penerima vaksin Covid-19 atau keluarga maupun kerabatnya, terdapat beberapa hal yang perlu diketahui seputar vaksin tersebut, khususnya berbagai persiapan yang perlu dilakukan.  Dari wawancara Harper’s Bazaar Indonesia bersama dr. Dirga Sakti Rambe, dokter penyakit spesialis dalam dan vaksinolog, ada beberapa yang tetap perlu diperhatikan walaupun tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan oleh mereka yang sudah menerima jadwal untuk vaksin. 

1.     Ketahui kriteria penerima vaksin

Kriteria penerima vaksin tidak terbatas pada kelompok usia saja, tetapi juga beberapa faktor penentu lainnya. Salah satu faktor yang penting untuk diketahui adalah terkait komorbid atau penyakit penyerta. Orang-orang dengan beberapa penyakit penyerta tidak boleh menerima vaksin Covid-19 dengan alasan keamanan. Walaupun begitu, terdapat pengecualian pada beberapa komorbid, seperti hipertensi, diabetes, dan asma dengan syarat dan ketentuan berlaku. Seperti, untuk hipertensi dimana selama tensi paling tingginya adalah 140/90 maka boleh divaksinasi. Untuk yang dengan diabetes boleh vaksinasi selama gula darahnya terkontrol dan terkendali lalu untuk yang sakit asma boleh vaksinasi selama tidak sedang terkena serangan. 

2.     Vaksin dilakukan sebanyak dua kali

Vaksin Covid-19 akan diberikan sebanyak dua kali. Kedua suntikan tersebut tidak dilakukan pada saat yang bersamaan, lebih tepatnya berselang sekitar 14 hari atau dua minggu. “Vaksin covid ini, mengapa diulang sebanyak dua kali, karena suntikan yang pertama itu sifatnya untuk memicu respon imun pada tahap awal. Nanti, suntikan yang kedua untuk memperkuat respon imun,” kata dr Dirga. 

3.     Memahami adanya efek samping

 Perlu kita ketahui bahwa munculnya efek samping setelah menerima vaksin adalah hal yang sangat wajar dan normal. Hal tersebut adalah bentuk dari proses pengenalan dan penyesuaian badan kita terhadap suntikan vaksin.  Efek samping pada setiap orang pun dapat berbeda-beda sehingga tidak dapat dijadikan acuan. Berdasarkan sebuah penelitian, efek samping yang dirasakan setelah melalui suntikan vaksin kedua tidak akan sesakit efek samping suntikan yang pertama. 
 
4.     Swab PCR atau antigen tidaklah wajib

Sebelum divaksin, swab PCR ataupun antigen bukanlah sebuah kewajiban melainkan bersifat opsional. Teman She boleh melakukan swab jika ingin, tetapi jika tidak bersedia juga tidak menjadi masalah. 

5. Jagalah kesehatan

Sekalipun terdapat beberapa pengecualian terhadap komorbid, namun penting bagi siapapun untuk terus menjaga kesehatan agar tetap bisa divaksin. Karena sekalinya menunjukkan gejala yang dilarang ditemukan pada penerima vaksin, jadwal vaksin dapat ditunda. Sesaat sebelum divaksin, teman She juga harus tetap tenang. Karena, jika tegang berlebihan, tekanan darah dapat naik. Jika melewati tensi 140/90, jadwal pemberian vaksin Anda dapat diundur demi menjaga keamanan pihak yang divaksin. 
 
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.