twitter  
Profil  

Beranikah Anda Mencantumkan Kegagalan Di Cv?
Bagaimana Anda memandang kegagalan? Apakah gagal menjadi sesuatu yang memalukan dan harus disembunyikan, ataukah, Anda menjadikan 'gagal' sebagai pelecut keberhasilan?

Teman SHE, Johannes Haushofer, asisten profesor mengunggah curriculum vitae berisi daftar kegagalannya. Diantaranya, 'Program Sarjana yang Gagal Aku Masuki', 'Dana Riset yang Aku Gagal Dapatkan, dan 'Penolakan Naskah dari Jurnal Akademis'. Johannes Haushofer menuliskan alasan mengapa ia membuat CV tersebut. ''Banyak usaha yang telah saya lakukan gagal. Namun, kegagalan itu kerap kali tak terlihat, sementara kesuksesan nyata adanya,'' kata Johannes. Johannes yang memperoleh gelar sarjana psikologi di Oxford University dan gelar dokter untuk bidang neurobiologi dari Harvard juga mengatakan, tak ada yang salah dengan kegagalan selama orang tersebut mau memperbaiki apa yang salah dari caranya.

Indayati Oetomo, international director dari John Robert Power Indonesia menyatakan sepakat dengan yang dilakukan Johannes. ''Menampilkan kegagalan dalam CV itu sah-sah saja, asal kita juga bisa memaparkan solusi konkritnya. Buktikan kita problem solver. Bukan sekadar retorika. Kalau hanya kegagalan yang ditampilkan, ini sama saja kita membuka aib,'' kata Indiyati di SHE and Friends on The Air (23/5).

Berikut kutipan lengkapnya :
INSPIRASHELAINNYA