twitter  
Profil  

Bangga 'berkulit' Indonesia
 
Bukan rahasia bila harga produk fashion berbahan kulit asli, tinggi harganya. Barang fashion dari bahan kulit ibarat benda seni. Produknya dibuat dalam jumlah terbatas, bisa dimodifikasi menjadi tas, dompet, jaket, sarung tangan, dan ikat pinggang, yang makin lama makin keluar warna-warna alaminya.

Begitu juga yang disampaikan David Surya Endra Suparjo dan Weny, pemilik Parjo Project, authentic leather project. David mengatakan, kulit binatang yang umum digunakan seperti kulit kambing, kulit domba, dan kulit sapi. ''Untuk mencari kulit yang pas kami lakukan dari Tanggulangin sampai ke Jogjakarta,'' kata David. Secara pribadi David lebih suka menggunakan bahan baku kulit sapi karena lebih elastis dan mudah dibentuk. Has.ilnya pun lebih bagus dan mudah prosesnya. 

Untuk pelapis material kulit, David menggunakan metode pull-up yang lebih bagus secara kualitas. ''Lebih lentur setelah dilapisi, tasnya pun lebih awet untuk tahunan. Kalau pelapis nabati membuat leather makin keras,'' kata David saat onair di Jendela Kreatif SHE Radio (27/3).

Untuk bisa lebih mengenalkan seluk-beluk produk kulit, per Mei 2018 David akan membuat workshop bagi siapa saja yang tertarik bicara tentang produk kulit. ''Pengrajin kulit mulai jarang. Untuk itu kami undang siapa saja yang ingin belajar, mari belajar dan praktik bersama,'' kata David.

Untuk Anda yang tertarik, bisa intip Instagramnya : @parjo_project
INSPIRASHELAINNYA