twitter  
Profil  

Ruma Manis, Bisnis Pecah Belah Semanis Namanya
 
Ada yang mengatakan, bisnis tetap bisnis, teman tetap teman. Artinya meski berbisnis dengan teman, tetap berlaku profesionalitas kerja yang tidak boleh saling merugikan.

Berbisnis dengan teman, kenapa tidak? Buktinya Saski Primasari dan Meida Damayanti, pemilik usaha Ruma Manis yang menyediakan pernak-pernik makan telah membuktikannya. Meida dan Saski bersahabat sejak di SMA Negeri 2 Surabaya hingga kini. Keduanya tinggal di negara berbeda, Saski di Indonesia dan Meida di Amsterdam, Belanda.

Meski menjadi LDR alias long distance relationship, tapi mereka bisa membuktikan kalau kepercayaan dan komitmen antara business and friendship bisa terjaga baik. Sejak 2011 duo sahabat ini mengembangkan bisnis pecah belah yang mereka rintis sejak 2011. Dengan background yang sama-sama pernah bekerja di perusahaan internasional, mereka berdua memutuskan untuk mempunyai brand sendiri. Perabotan rumah yang dijual pun awalnya beragam, segala koleksi vintage dari luar negeri mereka kirim ke Indonesia dan ternyata laku.

Melihat animo terhadap barang pecah belah seperti cangkir, piring, dan teko yang besar di Indoesia, maka mereka berdua berniat untuk membuat barang-barang tersebut dengan merek sendiri : Ruma Manis. Kata Saski, Ruma Manis merupakan terjemahan dari Home Sweet Home. ''Kemanapun kita pergi, seindah apapun tempat itu, tidak ada yang mengalahkan rumah,'' kata Saski saat onair di program Jendela Kreatif (28/8).

Kini Ruma Manis bukan hanya Meida dan Saski, tapi ada tenaga pemasaran, promosi, distribusi, serta produksi. ''Saya di bagian produksi, Meida di bagian ide gambar dan kreasinya,'' kata Saski. Kalau Anda lihat di Instagram mereka @rumamanis, produk mereka kini beragam ada tea cup, piring hingga kitchen textile. Ruma Manis juga memiliki unique selling point yaitu menggunakan ilustrasi bunga untuk produk-produknya. Mulai dari Delphinium, Peonies, Hydrangea, Jasmine, juga Dahlia. Beberapa customer setia Ruma Manis diantaranya Rianti Cartwright dan Sarah Sechan.

Saski juga berbagi tips agar bisnis dan persahabatan tetap berjalan baik adalah dengan membuat batasan mana obrolan kerja, dan mana obrolan santai. ''Jangan campur aduk obrolan kerja dengan obrolan santai. Buat juga timeline atau point-point bahasan apa saja yang akan dibicarakan dengan partner bisnis, tepat waktu, jelas, dan kalau sudah selesai untuk urusan kerjaan, barulah bisa ngobrol heart to heart,'' kata Saski. (Deedee Dinata / Editor : Windy Goestiana)
INSPIRASHELAINNYA