twitter  
Profil  

Kamis, 10 Maret 2011 | 09:45 wib
Bisnis Sewa Baju Ada Caranya!

Ide bisnis persewaan baju bukanlah hal baru. Namun, dengan konsep, koleksi, dan servis yang berbeda, ide ini bisa lebih menghasilkan. Apa dan bagaimana prinsip pelayanannya? Alben Ayub andal, Fashion Designer dari Arva School of Fashion, membaginya untuk anda!

 

  1. Sebelum menyewakan baju, sebaiknya pilih dan pilah baju mana yang cocok untuk dijual dan mana yang akan disewakan. Misal seperti persewaan dress, vintage kebaya,  dll
  2. Pikirkan juga tentang bahannya. Pilih bahan yang tidak mudah robek, kusut, dan nyaman meski dipakai siang hari
  3. Pikirkan tentang ukuran tubuh calon klien. Alben menyarankan tak ada salahnya memiliki tukang permak sendiri untuk membongkar pasang jahitan sesuai ukuran klien. Termasuk menyiapkan alternatif bila aplikasi seperti payet terlepas
  4. Buatlah aturan tertulis tentang harga, risiko, waktu penyewaan, dan pengembalian. Untuk harga, Alben menyarankan untuk mematok harga sewa ¾ dari harga jual sehingga apabila terjadi cacat payet dan noda pemilik tidak merugi
  5. Bayar penuh saat transaksi sewa disepakati kedua pihak
  6. Pikirkan tentang konsep pencucian kering. Apakah akan dilakukan sendiri atau menyewa jas pencucian
  7. Sediakan aplikasi tambahan seperti snoods, scarf, necklace, bangles, camissol, bolero, pin, korsase cantik untuk memberi variasi pada baju yang disewakan. Sehingga si penyewa pun merasa diistemewakan dengan tampilan baru
  8. Tentang perjanjian sewa jika terjadi risiko sebaiknya disesuaikan kebutuhan. Karena sebelum memutuskan untuk menyewakan baju, pemiliklah yang tahu betul proses produksi dan seluk-beluk pakaian tersebut (foto : sxc.hu)