twitter  
Profil  

Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:00 wib
Dorong Warganya Memiliki Bayi Ketika Pandemi, Singapura Akan Memberi Bonus Kelahiran
 

Untuk mendorong warga negaranya agar mau memiliki bayi selama pandemi Covid 19, Singapura akan memberi 'Bonus Kelahiran'. Kebijakan itu disahkan oleh pemerintah Singapura karena pemerintah khawatir bahwa warga negaranya akan menunda untuk mempunyai anak karena masih berjuang dengan tekanan keuangan dan PHK. Singapura merupakan negara yang memiliki salah satu tingkat kelahiran terendah di dunia, sehingga berbagai kebijakan afirmasi untuk mendorong peningkatan kelahiran di Singapura pun telah diupayakan oleh pemerintahnya selama beberapa dekade belakangan. Fakta itu sangat kontras dengan beberapa negara tetangganya, seperti Indonesia dan Filipina, yang menghadapi kemungkinan lonjakan besar kelahiran selama pandemi virus korona.

Tingkat kesuburan di Singapura bahkan pernah juga menyentuh level terendahnya pada tahun 2018, yaitu mencapai tingkat 1,14 kelahiran per wanita dimana tingkat itu menduduki tingkat terendah nomor delapan di dunia.  

Meski rincian bonus belum dirilis secara resmi oleh pemerintah Singapura, tapi kebijakan itu tidak kalah besar dengan beberapa bonus kelahiran yang ditawarkan oleh Singapura sebelumnya untuk mendongkrak populasi. Besaran bonus kelahiran disediakan pemerintah Singapura saat ini mencapai $ 10.000 dollar Singapura (atau setara dengan Rp108 juta). Bonus akan ditransfer secara langsung kepada orang tua yang memenuhi syarat, pada saat kelahiran anak mereka. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.