twitter  
Profil  

Rabu, 21 April 2021 | 10:48 wib
Kilas Balik Perayaan Hari Kartini Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan
 

Apakah sejak April sudah terasa euforia Kartini teman She? Makin kesini dan makin modern, maka akan mudah kita temui segala macam perayaan hari Kartini di seluruh Indonesia dengan cukup mengetik #harikartini. Dan karena kemajuan teknologilah kita bisa mengetahui ada apa saja di belahan Indonesia lainnya, kapan pun itu. Tapi, kali ini coba kita cari tahu seperti apa perayaan hari Kartini sebelum ada internet bahkan sebelum Indonesia merdeka. 

Tahun 1936 
Perayaan Hari Kartini telah dilakukan oleh Kepanduan Bangsa Indonesia. Di halaman Neutrale Schakelschool, Blitar, perayaan dilakukan dengan menyalakan api unggun pada 18.30-21.00. 

21 April 1929
Di Solo diadakan perayaan 50 Tahun Kartini. Perayaan diadakan di Sekolah van Deventer pada malam hari dihadiri PAH Mangkunegoro VII. Perayaan diadakan oleh Solosche van Deventervereniging. Foto besar Kartini dibingkai dalam pigura emas –sebagai penanda angkar emas-- dipajang di tempat acara itu. Motif dekorasi keraton menghiasi pintu masuk.

Tahun 1939
Perayaan Hari Kartini diadakan oleh sebuah kepanitiaan yang melibatkan berbagai organisasi perempuan yang ada di Magelang. Sembilan organisasi perempuan di Magelang, atas prakarsa Rukun Wanito bersepakat membentuk panitia bersama. Perayaan diisi dengan ceramah tentang sejarah hidup Kartini, tentang gerakan perempuan, dan tentang kedudukan perempuan di masyarakat.

Tahun 1941
Surabaya memulai perayaannya dengan kepanitiaan dimana sebelumnya masing-masing organisasi mengadakan perayaan dengan mengundang organisasi lain untuk meramaikan acara. Bunga Kartini dijual di acara ini, hasil penjualan digunakan untuk kepentingan sekolah-sekolah Kartini. Pada pagi hari, acara perayaan melibatkan anak-anak dan malam harinya perayaan untuk orang tua.

Tahun 1948
Murid-murid perempuan sekolah menengah pertama di Salatiga merayakan Hari Kartini di pagi hari. Sore harinya, perayaan melibatkan kaum perempuan dewasa. Ceramah dengan kehidupan Kartini digelar dan paduan suara dari para remaja perempuan ditampilkan untuk menghibur hadirin. Bunga Kartini juga dijual untuk kepentingan amal sosial.

Tahun 1949
Perayaan Hari Kartini di Surabaya dilakukan dengan menggelar parade yang melibatkan anak-anak, kompetisi memasak, ceramah, dan pertunjukan seni. Tiket pertunjukan dijual seharga satu gulden sudah termasuk pajak, hasilnya digunakan untuk pemberantasan buta huruf.

Tahun 1950 
Di Medan, panitia bersama perayaan Hari Kartini. Pada awalnya melibatkan Sembilan organisasi, namun dua organisasi kemudian diberitakan mengundurkan diri.Bunga Kartini pun dijual untuk disumbangkan kepada panitia Kongres Rakyat.

Tahun 1954
Bidang Keputrian dari Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII-Putri) mengadakan kursus selama enam bulan tentang kerumahtanggaan dan pengetahuan umum. 


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.