twitter  
Profil  

Selasa, 02 Maret 2021 | 12:01 wib
Grand Canyon of Oman, Desa Wisata Suku Abri
 

Desa Misfat al-Abriyeen Oman, menawarkan atmosfer heritage modern dimana banyak bangunan kuno yang kini berubah fungsi menjadi hotel butik. Berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter (3.300 kaki), desa kecil yang merupakan rumah bagi suku Abri ini, memiliki sejumlah bangunan tradisional yang menawan. Bangunan yang berupa rumah-rumah itu terletak di sepanjang puluhan gang kecil yang menghadap ke daratan yang dipenuhi tanaman pisang dan pohon jeruk serta palem. Desa ini sendiri adalah bagian dari wilayah yang dikenal sebagai ‘Grand Canyon of Oman’, di mana wisatawan dapat mendaki gunung dan lembah berbatu, serta menjelajahi budaya masyarakat setempat. 

Namun kalau teman She mengunjungi desa ini sebelum tahun 2010, maka yang akan anda dapatkan adalah rumah-rumah terbengkalai ditinggal penghuninya karena takut roboh mengingat lokasi mereka di lereng. Lalu semua berubah ketika salah seorang penduduk desa bernama Yacoub al-Abri mengatakan semuanya dimulai pada 2010 ketika pamannya menyarankan agar mereka melihat lagi rumah-rumah lumpur yang telah terbengkalai itu.“Idenya adalah untuk menggabungkan lingkungan sederhana dan alami dari kehidupan kuno Oman dengan sentuhan modern yang memberikan kenyamanan dan keamanan," kata Abri kepada AFP (kantor berita Prancis). 

Rumah berdinding krem, terbuat dari batu bata lumpur dengan atap pelepah lontar itu, diubah menjadi penginapan sederhana namun elegan dilengkapi dengan kayu dan tekstil tradisional. Lima tahun setelah ide itu dilontarkan, hotel butik pertama keluarga itu mulai berdiri dan menginspirasi penduduk lainnya di desa itu untuk mengikuti jejak mereka.

Oman, negara berpenduduk lima juta orang itu telah mencoba mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak sejak harga minyak mentah anjlok tujuh tahun lalu. Pariwisata telah lama menjadi sumber pendapatan kedua yang memanfaatkan kekayaan warisan bangsa, garis pantai yang indah, dan medan yang menakjubkan. Mengembangkan industri (pariwisata) ini dipandang sebagai penyelamat paling potensial, setelah pembatasan virus korona  berdampak buruk pada perekonomian negeri itu. 


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.