twitter  
Profil  

Senin, 08 Maret 2021 | 14:27 wib
VOA : Diplomasi Fesyen Ibu Negara AS
 

Beberapa jam setelah menjadi Ibu Negara Jill Biden mengenakan gaun dan mantel dengan sulaman bunga resmi dari masing-masing negara bagian.

"Bunga resmi negara bagian Delaware disulam paling dekat jantung, di sepanjang pinggiran gaun, jadi dia menyampaikan sikap lewat fesyen. Saya pikir, dia berusaha menyampaikan sikap tentang persatuan, yang juga merupakan tema suaminya sebagai presiden -- mempersatukan bangsa," kata Profesor Sejarah Universitas Ohio Katherine Jellison.

"Apa yang dikenakan ibu negara sangat penting. Apakah itu adil atau tidak, itu soal lain, tapi itu jelas-jelas merupakan diplomasi fesyen," tambah pakar sejarah kepresidenan Kate Andersen Brower.

Penulis buku mengenai ibu negara ini mengatakan istri presiden diharapkan mengenakan busana buatan Amerika. Dia juga berpengaruh dalam menentukan karir desainer.

Itu yang terjadi dengan Michelle Obama pada inagurasi.

"Dia mengenakan gaun putih buatan Jason Wu, nama yang jarang didengar orang, dan Obama sukses mendorong karirnya," kata Brower.

Ibu negara ditekan untuk selalu terlihat anggun, tapi membumi. Mereka diharapkan mengenakan busana dengan harga yang terjangkau oleh para perempuan Amerika.

"Ketika Melania Trump menjadi Ibu Negara, dia mengenakan jaket Dolce and Gabbana seharga $51.000, angka yang bagi banyak orang sama dengan upah tahunan mereka. Hal itu dianggap sebagai sesuatu yang kurang peka," kata Brower. 

Obama kerap mengenakan karya desainer ternama, tapi dia juga dikenal pandai memadukan busana yang terjangkau dalam penampilannya.

"Michelle Obama memadukan busana mahal dan murah, dia mengenakan cardigan dari J. Crew dengan rok Carolina Herrera. Ibu Negara punya kelebihan, yaitu bisa memberi sorotan kepada perancang. Tapi ada kekurangannya juga, mereka tidak bisa mengenakan busana yang tidak terjangkau bagi banyak orang," ujar Brower.

Brower mengharapkan ibu negara yang baru, Jill Biden, mengenakan busana yang mudah diakses dan dijangkau bagi banyak orang, apalagi di tengah pandemi. [ew]

Yuna


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.