twitter  
Profil  

Selasa, 27 April 2021 | 13:44 wib
Film Pulau Plastik : Tentang Mengetahui Bahaya Sampah, Melakukan Perubahan dan Menerapkan Kearifan Lokal
 

Berawal dari Indonesia adalah negara penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia, banyak pihak terus aktif menyuarakan issue yang satu ini termasuk Pulau Plastik, film kolaborasi aksi antara Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput dan Watchdoc dalam menyikapi pencemaran sampah plastik di pulau Bali dan sekitarnya. 

Plastik yang semula merupakan solusi untuk menekan laju deforestasi, kini menjadi masalah global baru, yang diperparah oleh pola perilaku dan gaya hidup konsumtif masyarakat. 

Selama dua tahun tim berproses dalam produksi film, mereka mengumpulkan materi syuting dari hasil riset terhadap sejumlah sampel, yaitu ikan, air minum, garam, plastik dan feses. 

Kita sebagai penonton diajak mengikuti jejak ketiga tokoh dalam Pulau Plastik yaitu Gede Robi vokalis Navicula, Prigi Arisandi ahli biologi dan penjaga sungai di Jawa Timur serta pengacara muda Tiza Mafira. Gede yang dalam hitungan menit bisa mendapatkan banyak sampah sedotan plastik di pantai, Prigi yang banyak menemukan sampah popok di sungai sedangkan Tiza yang tak gentar melakukan aksi rampok plastik kresek pada tiap orang yang dia temui di car free day dan memberi totebag sebagai pengganti kresek. 

Mereka bertiga mengenalkan pada kita akan bahaya sampah plastik dan sejenisnya supaya siapa saja yang menonton melakukan perubahan dari hal terkecil sekaligus menerapkan kearifan lokal. 

Penayangan film Pulau Plastik sendiri sangat spesial, berawal dari Bali dan bertepatan dengan hari Bumi tanggal 22 April 2021 lalu disusul dengan kota-kota lainnya.

Saatnya menjadi bagian dari solusi pengurangan sampah plastik sekali pakai teman She. Jangan lupa bawa wadah makan dan botol minum masing-masing ya! 

 
She nonton bersama salah satu pemain film Prigi Arisandi

#BergerakuntukMasaDepan

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.