twitter  
Profil  

Rabu, 02 Juni 2021 | 10:16 wib
Sehatkah Circle Pertemananku?
 

Selain sama keluarga, seseorang bisa dibilang nyaman menyampaikan semua rasa kepada orang lain yaitu sosok teman dan sahabat. Sosok itu terkadang menjadi pengganti keluarga kita, atau istilahnya the family that we choose. Tapi, bagaimana jika pertemanan tersebut malah menjadi pertemanan yang toxic, karena terkadang juga kita bahkan tidak menyadari bahwa kita sedang dalam hubungan pertemanan toxic. 

Pertanda pertemanan toxic : 

Mereka Selalu Merendahkan Kita
Teman toxic tidak akan pernah memuji diri kita, mereka tidak akan memberikan ucapan selamat ketika kita meraih penghargaan. Selain itu, ketika kita sedang dalam masa-masa down mereka malah meninggalkan. Kita tidak akan pernah merasa senang dan nyaman berada di antara mereka, sebab mereka membuat kita tidak nyaman dengan diri kita sendiri. 

Ketika Bercanda Mereka Selalu Melewati Batas 
Kita mungkin beberapa kali mendapati kalimat, “Halah, gitu aja baper ,” ketika kita memprotes lelucon yang dilemparkan oleh teman. Iya, teman-teman yang toxic lebih sering melemparkan lelucon yang membuat kita tidak nyaman ketimbang terhibur. Biasanya mereka  berkomentar “lucu” tentang badan kita, status hubungan kita, atau tentang keputusan-keputusan yang kita buat. Jika memang mereka adalah teman, seharusnya mereka lebih peka mana hal-hal yang membuat terhibur dan tersinggung daripada ngatain kita baper.

Teman Toxic Punya Sifat yang Munafik
Di saat mereka membuat kita merasa buruk sebab kita tidak menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka, teman toxic tidak akan pernah merasa bersalah karena melakukan hal itu. Mereka sering “drama” dan tidak rasional, juga suka menggosipkan kita atau menjelek-jelekkan diri kita pada orang lain.

Pertanda lainnya :
Merasa cemburu ketika kita menghabiskan waktu dengan teman lain, teman toxic selalu berkompetisi dengan kita, selalu membandingkan kita dengan orang lain dan teman toxic berusaha mengubah diri kita. 

Cara Mengatasi Teman Toxic
Langkah paling tepat adalah dengan tidak berteman lagi dengan mereka. Beri jarak antara teman She dan teman yang toxic ini. Jangan lagi nongkrong bareng, atau cerita-cerita dan curhat tentang masalah pribadi dengan mereka. Dan yang pasti, sudah tidak perlu terlibat di dalam kehidupannya. Tapi kalau kita memang merasa kesusahan buat mengatasi atau keluar dari lingkup pertemanan yang seperti ini, tidak usah ragu buat berkonsultasi dengan psikiater, psikolog, atau konselor. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.