twitter  
Profil  

Sabtu, 19 Juni 2021 | 11:43 wib
Ayo Ke Virtual Museum Gastronomi Indonesia
 

Suka ke museum? Maka tambahkan yang ini dalam list anda karena akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda, yaitu menjelajah serba-serbi gastronomi Nusantara secara virtual di Museum Gastronomi Indonesia.

Museum virtual ini dikemas dengan sentuhan video, infografis, animasi tiga dimensi yang dapat diakses di situs web museumgastronomi.id dan begitu ketika memasuki beranda, kita akan disambut Ria Musiawan selaku Ketua Umum Indonesian Gastronomy Community (IGC).

 

Pada Zona A atau beranda, berisi keterangan soal 77 sumber karbohidrat, 400 buah-buahan, 273 sayuran, dan 65 rempah-rempah. Ada pula video soal gastronomi Nusantara dan daftar isi yang dapat jadi panduan untuk melangkah ke zona berikutnya.

Zona B membahas "Tumpeng sebagai Makanan Perlambang.” Dijelaskan bahwa hidangan ini umumnya dibuat dari nasi putih, terkadang dibuat dari nasi gurih atau nasi kuning yang diletakkan di atas tampah dan dikelilingi aneka lauk pauk yang isinya tergantung dari jenis dan nama tumpengnya. Terdapat informasi juga soal tujuh lauk pauk yang biasa ada dalam hidangan nasi tumpeng hingga informasi mengenai berbagai tumpeng. 

Lanjut ke Zona C atau "Rempah dan Bumbu" dengan video ilustrasi dengan narasi oleh Ria. Video itu menampilkan kapal-kapal dan kehidupan di masa lalu sebagai era kejayaan Nusantara sebagai penghasil utama rempah dunia. 

Di daftar isi sebenarnya masih ada empat zona lagi, yakni Zona D "Ragam Makanan dan Minuman Nusantara", Zona E "Dapur Pawon", Zona F "E-Library" dan Zona G "Laut dan Makanan Masa Depan Indonesia. Namun saat ditelusuri, ruang pamer digital baru bisa diakses hingga Zona Rempah.

Seluruh ruang pamer digital Museum Gastronomi Indonesia dapat digeser dan dilihat dalam tampilan 360 derajat. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.