twitter  
Profil  

Kamis, 22 Juli 2021 | 12:10 wib
Rapinya Protokol Kesehatan Kunci Sukses Gelaran Cannes Film Festival 2021
 

Dimana banyak acara berlomba mencari formula aman untuk menggelarnya secara luring, Festival Film Cannes 2021 menjadi salah satu yang berhasil mendapat respon luar biasa akan gelaran fisiknya 17 Juli lalu yang dianggap sangat rapi untuk protokol kesehatannya. 

Dari berbagai foto yang beredar, para bintang di Cannes terlihat tidak mengenakan masker, baik saat melintas di karpet merah maupun saat naik panggung sementara di deretan bangku penonton, para audiens tampak memakai masker meski duduknya tidak berjarak. Belum lagi kekhawatiran sejumlah orang tentang apakah ada transparansi tiap undangan akan kondisi diri mereka? 

Lalu, apa rahasia dibalik suksesnya gelaran ini? 

Walau hingga kini ada atau tidaknya klaster belum terjawab, mengutip Variety, Rabu (21/7), festival tersebut setidaknya menganggarkan $1 juta (Rp14,5 miliar) untuk biaya tes covid secara reguler dan gratis bagi para sekitar 28 ribu audiens dan tamu undangan yang hadir di Cannes serta memberlakukan prosedur tes dengan menunjukkan bukti vaksinasi untuk undangan yang berasal dari Uni Eropa. Ada juga transparansi akan kondisi diri undangan, yaitu aktris Prancis Léa Seydoux yang membatalkan hadir setelah dinyatakan positif. 

Meski begitu Direktur Artistik Cannes Thierry Frémaux mengklaim penyelenggaraan berhasil. Pengakuan keberhasilan Cannes bukan saja diklaim oleh si penyelenggara, datang juga dari pihak lain. 

Co-Chief Sony Picture Classics Michael Barker, yang membeli hak film pemenang Grand Prize Cannes Compartment No. 6, mengatakan festival tahun ini berjalan dengan apik meski berada di bawah tekanan. 

Nathanaël Karmitz, bos MK2 Films, yang memiliki sembilan film di Cannes, termasuk pemenang penghargaan Joachim Trier he Worst Person in the World pun mengatakan, “Ini adalah kelahiran kembali dalam banyak hal, merasakan kembali kesenangan kolektif, melihat artis dan melihat Cannes, festival film terbesar di dunia, memulai awal baru untuk dunia film indie setelah istirahat panjang.”

Ke depannya, publik menanti apakah deretan festival lain juga dapat meniru prokes Cannes. 




Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.