twitter  
Profil  

Jumat, 30 Juli 2021 | 10:38 wib
Olimpiade Tokyo 2020 : Gelaran dengan Keseimbangan Gender Dalam Sejarahnya
 

Ada yang berbeda dari pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020 teman She, terutama soal isu kesetaraan gender. Mulai dari porsi untuk atlet perempuan hingga cabang olahraga yang umumnya untuk laki-laki, kini terbuka untuk atlet perempuan bahkan atlet usia belia sekalipun. 

1. Meningkatnya jumlah atlet perempuan
Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan alokasi kuota untuk atlet putri yang berlaga tahun ini hampir 49 persen, dengan menambah sembilan nomor campuran daripada di Olimpiade Rio tahun 2016. IOC juga meminta setiap negara untuk mengirimkan dua atlet sebagai pembawa bendera saat upacara pembukaan yaitu satu perempuan dan satu laki-laki.

2. Pemimpin perempuan di dalam komite Olimpiade 
Pada Februari 2021, Seiko Hashimoto menggantikan Yoshiro Mori sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo. Yoshiro sendiri pernah tersandung komentar seksis dan mengundurkan diri. 

3. Mengubah kebijakan tentang atlet yang sedang menyusui
Karena protokol Covid-19 yang ketat, penyelenggara awalnya melarang anggota keluarga atlet menghadiri Olimpiade. Namun pada Juni 2021, penyelenggara Olimpiade mengumumkan bahwa atlet yang sedang menyusui diizinkan membawa anak mereka ke Olimpiade Tokyo.

4. Memperkenalkan olahraga baru bagi atlet perempuan. 
Skateboard, selancar dan panjat tebing di Olimpiade Tokyo kini juga diikuti atlet perempuan, termasuk pada atlet belia dari berbagai negara. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.