twitter  
Profil  

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:55 wib
Penting dan Perlu : Kenapa Bulu Angsa Alami Lebih Disukai Dalam Pembuatan Kok?
 

Anyway, selamat untuk squad Thomas Cup Jonathan “Jojo” Christie dan kawan-kawan yang berhasil membawa sang piala kembali ke Indonesia setelah 19 tahun berpisah. 

 

Seperti yang kita ketahui bersama, bulutangkis atau badminton menjadi salah satu olahraga emas bagi Indonesia. Bagaimana tidak, panggung dunia mengakui dahsyatnya skill Susi Susanti dan atlet lainnya yang membawa keberhasilan dalam kelas Olimpiade. Dan “emas” tersebut terus dibawa diupayakan sampai sekarang, sampai di era Jojo, Greysia Polii dan lainnya. 

Tapi, yang satu ini bukan tentang rentetan prestasi Indonesia namun masih ada dan bahkan erat kaitannya dengan badminton. Lucunya, kalau tidak ada dia, maka pertandingan tentu tidak akan berjalan. Shuttlecock. 

Tahukah Anda kalau shuttlecock berstandar Olimpiade harus terdiri dari susunan 16 helai bulu angsa? Badminton World Federation (BWF), induk olahraga badminton dunia, menyatakan apapun materialnya bisa digunakan sepanjang shuttlecock bisa terbang dengan karakteristik yang sama seperti yang terbuat dari bulu angsa, namun atlet dengan jam terbang tinggi pasti memilih bulu asli. Yang pasti, BWF menetapkan, bulu harus memiliki panjang seragam (62-70 mm) dan bobot bola keseluruhan 4,74-5,50 gram.

Lalu, muncul pertanyaan kenapa para pemain berpengalaman lebih memilih versi kok yang terbuat dari bulu angsa alami dan bukan sintetis? Alasannya, karena kok dari bulu angsa bisa dipukul lebih kencang tanpa membuatnya menjadi melayang jauh. Dalam konteks pertandingan, tidak membuat kok lalu mudah melebar ke luar lapangan, dan memberi lawannya waktu lebih sedikit untuk bereaksi.

Sebuah studi perbandingan membuktikan kok dari bulu alami memiliki koefisien gesekan yang lebih rendah saat terbang lebih lambat dibandingkan saat dia melaju lebih cepat. Shuttlecock dari bulu sintetis menunjukkan tren yang berbeda—koefisien gesekan yang lebih rendah saat dipukul lebih kencang.

Sementara, uji di kanal angin menunjukkan kok dari bulu asli mengalami deformasi lebih besar daripada yang dari plastik. Semakin besar perubahannya memberikan kok dari bulu angsa arah gerak dengan sudut yang lebih lebar daripada yang diharapkan.

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.