twitter  
Profil  

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:48 wib
Meminimalis Kekhawatiran Bepergian dengan Tes PCR
 

Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga (Unair), Chairul Anwar Nidom, menilai kebijakan mewajibkan tes PCR sebagai syarat mobilitas masyarakat sangat baik untuk mencegah perpindahan virus dari satu tempat ke tempat lain dan jangan dihilangkan. Virus corona Covid-19 disebutnya sangat unik dan membebaskan pelaku perjalanan tanpa tes PCR sangat mengkhawatirkan jika kondisi belum aman. Dia juga mengingatkan bahwa vaksinasi bukan untuk menghilangkan virus, tapi menekan jumlah virus sampai keadaan subklinis (tidak menimbulkan sakit atau kematian). Menurutnya, Indonesia harus belajar dari negara-negara lain, yang jumlah vaksinasi tinggi tapi kasusnya tetap tinggi. 

Sebelumnya, sebagian kalangan mendesak aturan pemberlakuan kebijakan tes RT-PCR bagi penumpang pesawat rute intra-Jawa dan Bali dibatalkan. Alasannya, saat ini kondisi sudah jauh lebih baik, sehingga menjadi ironi jika ketentuan penerbangan malah diperketat. Selain harga harga tes RT-PCR saat ini lebih mahal dibandingkan tiket penerbangan dan jeda waktu antara tes swab dengan jadwal penerbangan yang hanya 2x24 jam terlalu singkat.

Keadaan infeksi Covid-19 yang sudah melandai, justru jangan sampai teledor. Masyarakat harus tetap disiplin protokol kesehatan, yang utama 5M atau memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.