twitter  
Profil  

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:53 wib
Waspada Pinjaman Online Ilegal
 

Pandemi COVID-19 telah meningkatkan kebutuhan pendanaan di masyarakat. Pinjol illegal memberikan kemudahan akses pendanaan, namun menerapkan beban bunga yang tinggi serta melanggar berbagai prinsip tata kelola yang baik dalam industri Fintech (financial technology). Dan belakangan berita tentang jerat pinjaman online (pinjol) ilegal makin sering, dimana wanita disebut rentan menjadi korban pinjaman online ini.

Meningkatnya angka jerat pinjol illegal dan kerugian yang diakibatkan terhadap masyarakat telah membuat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajarannya untuk menindak tegas pinjol ilegal yang telah merugikan masyarakat selama ini.

Sementara itu Head of Center Innovation and Digital Ekonomi INDEF, Nailul Huda, seperti dikutip dari merdeka.com, mengatakan bahwa perempuan menjadi sasaran empuk pinjaman online ilegal. Menurutnya, literasi finansial perempuan relatif masih rendah. Maka, pinjaman online ilegal menyasar perempuan untuk menarik keuntungan sebanyak-banyaknya.

Segala macam upaya dilakukan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah pinjol ini termasuk adanya  www.cekfintech.id, sebuah situs yang memungkinkan masyarakat untuk mengetahui legal atau tidaknya suatu aplikasi pinjol, menampilkan daftar penyelenggara fintech dengan status tercatat/terdaftar/berizin dari BI dan OJK beserta sosial media resmi mereka, serta untuk melakukan pengecekan apakah nomor rekening yang digunakan oleh pinjol terlibat dalam tindak kejahatan. 

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Augustus 2021), lebih dari 4.800 situs pinjaman online illegal telah muncul selama 5 tahun terakhir, yang mana mereka tidak seperti fintech lending terdaftar dan berijin yang mematuhi peraturan OJK serta kode etik dari AFPI & AFTECH.

Agar tidak terjebak pinjol ilegal dan aman bertransaksi dengan fintech, ada berbagai langkah yang bisa Anda lakukan, saran OJK: 

1. Selalu cek dan ricek fintech lending yang terdaftar di OJK
2. Langsung hapus SMS penawaran pinjaman online yang Anda terima di aplikasi pesan atau SMS. Karena bisa dipastikan itu adalah pinjol ilegal. Pinjol yang terdaftar dan berizin OJK tidak diperbolehkan untuk menawarkan pinjaman melalui saluran komunikasi pribadi tanpa persetujuan konsumen.
3. Selalu waspada dan jaga data pribadi Anda. Jangan sembarangan membagi atau mengunggah data pribadi seperti KTP dan KK di medai sosial atau aplikasi yang Anda tidak ketahui. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.